"SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN" sebuah kalimat yang dalam penggunaannya biasanya dimaknai dengan suatu tindakan antisipasi terhadap suatu kemungkinan yang tidak diharapkan akan terjadi, sehingga dengan antisipasi tersebut jika masalah yang tidak diinginkan tersebut benar benar terjadi dapat cepat teratasi.
Akan tetapi bagi saya makna yang sebenarnya yaitu menyediakan payung atau mantol sebelum hujan ketika bepergian justru sering saya abaikan.
Sore tadi untuk kesekian kalinya saya lakukan itu, walhasil....kehujanan lagi deh....
Kadang kita terlalu serius dan mendalam bahkan mungkin sudah pada taraf lebay itupun sudah lebay tingkat dewa dalam mencari dan memahami suatu hal sampai kadang mengesampingkan esensi yang sebenarnya juga penting tapi dianggap ringan
Jadi maknai kalimat sedia payung sebelum hujan baik dalam makna yang tersirat maupun yang tersurat haha... atem
Sabtu, 02 April 2016
Kehujanan lagi....,!!!!!!
Label:
LAGI WARAS
Selasa, 29 Maret 2016
MungkinYang dimaksud KH Muhammad Arifin Ilham adalah seperti ini....
Tanggal 28 Maret ketika saya buka facebook saya menemukan sebuah tulisan yang ditulis oleh Pirman Bahagia di kisahhikmah.com ,beliau menulis tentang tausiah KH Muhammad Arifin Ilham tentang nasihat bagi para mancing mania, berikut sedikit petikannya :

Alhamdulillah.... ternyata hal itu sudah dilakukan oleh teman-teman saya, walaupun mancing tetapi tidak melupakan kewajiban
pun juga saat mancing selalu didahului dengan basmallah dan uluk salam yang selalu dilakukan oleh teman saya yang berbaju merah berkalung handuk ala-ala tukang becak Nurhadi namanya.... wedi kalah jare haha.....(perlu diketahui bahwa mancing kami, kami buat kompetisi).
So...."Mancing yes.... Ibadah OK" ..... :) :) :)
Salute....

Jika Anda hobi memancing dan kerap
melakukannya, ada nasihat yang sangat indah untuk Anda. Jika memancing
bukan hobi Anda, tak ada salahnya untuk menyampaikan nasihat ini kepada
saudara, tetangga, atau anggota keluarga yang hobi memancing. Nasihat
indah ini disampaikan oleh KH Muhammad Arifin Ilham dalam Taushiyah dan
Dzikir di Masjid al-Istiqamah Lengkong Kulon Pagedangan Kabupaten
Tangerang 19 Maret 2016 lalu.
Beliau menyarankan agar menghiasi
memancing dengan senantiasa mengingat Allah Ta’ala. Lantunkan dan hayati
berbagai kalimat dzikir saat duduk, memasang umpan, melempar kail,
menunggu umpan dimakan, dan sepanjang aktivitas memancing, pun ketika
umpan dimakan, lalu menarik pancingan dengan harapan mendapatkan ikan.
Beliau memberikan contoh seraya
menggerakkan kedua tangannya, seperti orang yang sedang memancing. Lisan
beliau juga mencontohkan dengan mengucapkan kalimat tasbih yang amat
masyhur dan merupakan salah satu dzikir utama dengan pahala tanaman di
surga-Nya Allah Ta’ala.
Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaha illallahu, wallahu akbar.
Ketika ditarik dan ternyata mendapatkan ikan, beliau menganjurkan untuk senantiasa memuji Allah Ta’ala dengan ucapan alhamdulillah (segala puji bagi Allah Ta’ala). Jika tidak mendapatkan ikan, dengan nada bercanda, beliau menganjurkan untuk melafal kalimat istirja’, innalillahi wa inna ilahi raji’un.
Sebagai pantangan, KH Muhammad Arifin
Ilham sangat mewanti-wanti agar tidak merokok saat memancing. Selain
berdampak buruk bagi kesehatan, merokok bisa menjadi kebiasaan buruk dan
benar-benar merugikan dari segi ekonomi.
Pantangan lainnya, jangan sampai
meninggalkan waktu shalat. Seasyik apa pun saat memancing, hendaknya
mengutamakan shalat di awal waktu.
Hal ini beliau sampaikan, mengingat
seorang hamba akan dimatikan sebagaimana kebiasaannya saat menjalani
kehidupan. Jika kebiasaan sang hamba memancing dengan iringan dzikir,
insya Allah dia pun akan dimatikan saat sedang menyebut-nyebut nama
Allah Ta’ala.
Pun yang biasa memancing atau menjalani
aktivitas lain dengan menghabiskan rokok, melupakan waktu shalat, dan
sibuk dengan nyanyian, akhir hayatnya sangatlah mengkhawatirkan.
Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]
Alhamdulillah.... ternyata hal itu sudah dilakukan oleh teman-teman saya, walaupun mancing tetapi tidak melupakan kewajiban
pun juga saat mancing selalu didahului dengan basmallah dan uluk salam yang selalu dilakukan oleh teman saya yang berbaju merah berkalung handuk ala-ala tukang becak Nurhadi namanya.... wedi kalah jare haha.....(perlu diketahui bahwa mancing kami, kami buat kompetisi).
Prepare sebelum mancing (Masjid Gunung Kendil)
Bahkan saat mancingpun kalau sudah waktunya beribadah mereka tetap melaksanakannya
Fajar "Si Pemancing sholeh"
So...."Mancing yes.... Ibadah OK" ..... :) :) :)
Salute....
Label:
Dolan-dolan
Rabu, 09 Maret 2016
Tips Hemat Sabun Mandi

Sering kali kita membuang sabun mandi yang tinggal kecil karena sudah sulit digosokkan dibadan ketika mandi, ini termasuk pemborosan karena sebetulnya sabun itu masih bisa digunakan 2-3 kali mandi, namun karena sudah sulit untuk menyabun badan akhirnya kita menyerah dan memilih untuk membuangnya.
Kali ini saya beri tips bagaimana sisa sabun mandi tersebut tidak mubadzir terbuang :
Setiap
sabun mandi tersisa kecil-kecil dan susah untuk dibuat menyabun badan tidak langsung saya buang namun saya simpan. Setelah terkumpul 5 biji maka yang saya lakukan adalah menggabungkan 5
sisa sabun tersebut menjadi satu sehingga bisa digunakan untuk menyabun
badan lagi dengan berbagai macam aroma menjadi satu tentunya....haha....
Hayo ngakuuu siapa yang pernah melakukannya juga ?
Tenang... ini bukan aib kok, ini adalah cara berhemat dan menghindari
memubadzirkan sabun. Ingat....memubadzirkan sesuatu itu adalah dekat
dengan syaitan dan sesungguhnya syaitan itu dekat dengan neraka hehe...
Bagi anda yang tidak suka menggabungkan sisa sabun menjadi satu dengan alasan aromanya menjadi bercampur ada cara lain, yaitu tetap memakai sabun yang tinggal kecil itu untuk menyabun badan sampai benar-benar sulit untuk digunakan menyabun badan. Setelah tidak bisa sama sekali maka jurus terakhir adalah gosokkan sisa sabun kecil tersebut ke rambut anda haha...(Pastikan saat itu anda mandi sekaligus keramas :D)
"JANGANLAH KAU GENGGAM TERLALU ERAT SABUN MANDI YANG BASAH"
ben ora mrucut......
Label:
KURANG GAWEAN
Langganan:
Postingan (Atom)


