Tampilkan postingan dengan label Dolan-dolan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dolan-dolan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Agustus 2017

Senyum Lagi



Fotonya terpaksa saya up load original size, bukan apa apa cuma ingin mengexpos tulisannya agar bisa terbaca semua.

Kemarin itu pas belanja komponen elektronik diambarawa didepan toko elektronik ada bengkel yang disitu nongkrong seonggok truck yang rupanya baru diservice ringan. awalnya saya tak begitu peduli dengan truck itu walaupun sebenarnya saya itu suka senyum sendiri ketika melihat gambar dan tulisan yang ada di bak truck. Namun untuk kali ini saya anggap biasa tulisannya "ELINGO BEBOYO ING MARGO" (ingatlah bahaya dijalan). Saya anggap itu tulisan berisi peringatan, sebenar-banarnya peringatan tentang bahaya yang ada dijalan raya sebagai sesama pengguna jalan, yang tentunya (beboyo) bahaya terbesar dijalan raya adalah terjadi kecelakaan. Intinya adalah "safety riding" bagaimana berkendara yang aman.

Tak disangka ternyata sopir truck itu berada ditoko komponen elektronik tempat saya belanja membeli seuatu (entah apa) dan sedang ditanyai oleh mbak-mbak penjual yang sedikit kepo terhadap tulisan yang ada di bak truck itu.

Mas artine opo tulisan ning truck mu kae aku rapatio paham boso jowo, tanya mbak penjual. elingo beboyo ing dalan ki artine ingatlah bahaya dijalan ngono lho mbak....jawab sopir truk. 

Koyo ngono wae ra ngerti mbak..... dalam hatiku mengiyakan jawaban pak sopir.

Namun ternyata masih ada penjelasan yang lain dari sopir tersebut yang sungguh tidak aku duga, dan seandainya dia tidak menjelaskan saya juga tidak mengetahuinya.

Sopir itu bertanya pada mbak penjual "trus ngisor kae ono tulisan putih cilik kae artine wis ngerti tow mbak?"

Yen kwi ngono wis ngerti mas.... "IKI PK" maksudte gambar kuwi gambar PK tow mas, jawab mbak penjual sambil mecucu (memonyongkan bibir) karena mungkin sudah menjadi rahasia umum bahwa PK itu konotasinya negatif.

Bener ning kurang pas mbak, maksudte salah sijine bahaya ning ndalan ki yo PK kuwi mbak wkwkwk...., jawab sopir sambil tertawa. Dan seketika itu pula kembali saya dibuat tersenyum oleh sebuah tulisan dan gambar yang ada di bak truck :). Betapa tidak, seorang PK (Pemandu Karaoke) ternyata sudah dimasukkan sebagai faktor yang membahayakan bagi kalangan sopir truck selain LAKALANTAS hahaha....

Jika sudah pake helm, sudah pake jaket, sudah pake masker, sudah pake sabuk pengaman sudah disiapkan airbag untuk mengantisipasi lakalantas, terus untuk mengantisipasi bahaya PK apa coba ? bukankah ini berarti bahwa PK lebih berbahaya dari pada LAKALANTAS... :D

"LERENONO NYANYIMU"


Kamis, 08 Juni 2017

Wudlu Cowok dan Cewek

 
Kemarin itu pulang dari Kudus mampir di pom bensin, yang sudah tidak menjual bensin karena sudah diganti dengan pertalite dengan damai tanpa ada demo

Saya dan teman mampir untuk menunaikan sholat maghrib, tentunya sholatnya bukan di pomnya tapi di mushola yang disediakan oleh pom itu

Pas mau wudlu tidak sengaja mendengar ada mbak2 bertanya sama mbak2 lain "mbak wudlu cowok dengan cewek sama ya?"

Ingin rasanya saya ikut menjawab "ya sama donk mbak, wudlu itu ya dimulai dengan membaca basmallah sambil mencuci tangan, berkumur, mencuci hidung, membasuh seluruh wajah, membasuh kedua tangan, membasuh sebagian rambut, membasuh telinga, membasuh kaki sampai ke mata kaki, tertib (tidak melompat2).

Cowok dan cewek sama.

( Tentu saja yang maksud pertanyaan mbaknya tadi bukan caranya tapi tempat wudlunya )

Makanya kalo nanya yang lengkap donk mbak, biyar tidak ambigu....

Jadi saya kan ga perlu repot untuk berkeinginan ikut menjawab




Sabtu, 29 Oktober 2016

Goa Krincing

(Goa Krincing)
Hari Mingggu tanggal  23 Oktober 2016 tiba-tiba saja istri saya mengajak ke Goa Krincing, memang sebelumnya saya pernah bercerita perihal goa itu pada istri saya namun belum bisa menyambanginya karena kesibukan dan hal lain, termasuk alasan harus menunggui ortu saya yang sudah sepuh. Nah hari minggu ketika itu ndilalah keponakan saya yang bekerja pulang dan kebetulan bawa teman, kesempatan itu rupanya tidak disia-siakan oleh istri saya " Mas mumpung keponakan bali ayo ning Guo Krincing" saya pun langsung mengiyakan (apa sih yang enggak buat istri ) dan jadilah kami berangkat sembari berpesan pada keponakan saya " Nduk mbahe ditunggu ya " dalam hati keponakan saya ngomong "asem ig...." (itu tebakan saya hehe..) .

Goa Krincing terletak sekitar 6-7 kilo dari Traban (omahku), tepatnya di dusun Ngomik, Gunungsari, kecamatan  Wonosegoro, kabupaten Boyolali, cukup dekat jika ditempuh dengan sepeda motor dan tidak menghabiskan lebih dari sepasang sendal jepit jika ditempuh dengan jalan kaki. meskipun terhitung dekat namun butuh waktu yang lama karena akses jalan menuju kesana mulai dari Pasar Prapat masih agak susah hanya berupa batu (watu gepeng) yang ditata miring dan kadang sedikit ada yang di beton dua lajur kanan kiri itupun sudah ada yang rusak

The Legenda



Namun jangan berkecil hati karena disepanjang jalan kenangan itu kita akan dikagumkan dengan ciptaan Alloh berupa pemandangan perbukitan elok nan rupawan. (jangan lupa bersyukur).


Pemandangan dari dusun Jrapah

Setelah perjalanan kurang lebih 15 menit maka kita akan sampai di dusun Ngomik, di ujung  dusun itu kita akan ketemu mushola, didepan mushola itu kita bisa parkir motor kita sembari sholat jika sudah waktunya dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki kira-kira 100 meter. namun jika kita kesana dan tidak turun hujan hari sebelumnya maka dari mushola itu kita masih bisa melanjutkan perjalanan dengan motor (mlipir tritisane warga) sampai rumah terakhir di dusun tersebut dan dari situ cukup berjalan sekitar 50 meter.
dannnn....

Mulut goa VS Batu akik

(Nganu)
Menuju ke Stalaktit


Stalaktit disamping goa

Untuk memasuki goa butuh sedikit perjuangan, yaitu kita harus merangkak, selainitu juga harus satu persatu karena kecilnya mulut goa. Pastikan ketika masuk kedalam goa anda talah membawa alat penerangan karena didalam sangat gelap kecuali kalo memang anda termasuk orang yang suka mengambil kesempatan di dalam kesempitan kegelapan.

Didalam goa kita harus berhati-hati karena langit-langit goa tidak rata, banyak sekali stalaktit yang tingginya sedikit ditas kepala kita, sehingga kalau kita tidak berhati-hati kepala kita bisa penyok.

Puas menelusuri dalam goa dan pemandangan disamping goa, turun kebawah sedikit kita bisa menikmati air terjun yang tidak kalah indahnya, walaupun tidak terlalu tinggi cukuplah untuk merifresh fikiran dari penat untuk sejenak menikmati keindahannya, namun sayangnya air terjun ini hanya bisa dinikmati saat musim penghujan. 

Airnya sedikit karena tidak habis hujan



Lebih mirip tembok basah dari pada air terjun :D


Abaikan yang dibelakang haha...








Selasa, 29 Maret 2016

MungkinYang dimaksud KH Muhammad Arifin Ilham adalah seperti ini....

Tanggal 28 Maret ketika saya buka facebook saya menemukan sebuah tulisan yang ditulis oleh Pirman Bahagia di kisahhikmah.com ,beliau menulis tentang tausiah  KH Muhammad Arifin Ilham tentang nasihat bagi para mancing mania, berikut sedikit petikannya :

Jika Anda hobi memancing dan kerap melakukannya, ada nasihat yang sangat indah untuk Anda. Jika memancing bukan hobi Anda, tak ada salahnya untuk menyampaikan nasihat ini kepada saudara, tetangga, atau anggota keluarga yang hobi memancing. Nasihat indah ini disampaikan oleh KH Muhammad Arifin Ilham dalam Taushiyah dan Dzikir di Masjid al-Istiqamah Lengkong Kulon Pagedangan Kabupaten Tangerang 19 Maret 2016 lalu.

Beliau menyarankan agar menghiasi memancing dengan senantiasa mengingat Allah Ta’ala. Lantunkan dan hayati berbagai kalimat dzikir saat duduk, memasang umpan, melempar kail, menunggu umpan dimakan, dan sepanjang aktivitas memancing, pun ketika umpan dimakan, lalu menarik pancingan dengan harapan mendapatkan ikan.

Beliau memberikan contoh seraya menggerakkan kedua tangannya, seperti orang yang sedang memancing. Lisan beliau juga mencontohkan dengan mengucapkan kalimat tasbih yang amat masyhur dan merupakan salah satu dzikir utama dengan pahala tanaman di surga-Nya Allah Ta’ala.
Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaha illallahu, wallahu akbar.

Ketika ditarik dan ternyata mendapatkan ikan, beliau menganjurkan untuk senantiasa memuji Allah Ta’ala dengan ucapan alhamdulillah (segala puji bagi Allah Ta’ala). Jika tidak mendapatkan ikan, dengan nada bercanda, beliau menganjurkan untuk melafal kalimat istirja’, innalillahi wa inna ilahi raji’un.

Sebagai pantangan, KH Muhammad Arifin Ilham sangat mewanti-wanti agar tidak merokok saat memancing. Selain berdampak buruk bagi kesehatan, merokok bisa menjadi kebiasaan buruk dan benar-benar merugikan dari segi ekonomi.

Pantangan lainnya, jangan sampai meninggalkan waktu shalat. Seasyik apa pun saat memancing, hendaknya mengutamakan shalat di awal waktu.

Hal ini beliau sampaikan, mengingat seorang hamba akan dimatikan sebagaimana kebiasaannya saat menjalani kehidupan. Jika kebiasaan sang hamba memancing dengan iringan dzikir, insya Allah dia pun akan dimatikan saat sedang menyebut-nyebut nama Allah Ta’ala.

Pun yang biasa memancing atau menjalani aktivitas lain dengan menghabiskan rokok, melupakan waktu shalat, dan sibuk dengan nyanyian, akhir hayatnya sangatlah mengkhawatirkan.
Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Alhamdulillah.... ternyata hal itu sudah dilakukan oleh teman-teman saya, walaupun mancing tetapi tidak melupakan kewajiban

pun juga saat mancing selalu didahului dengan basmallah dan uluk salam yang selalu dilakukan oleh teman saya yang berbaju merah berkalung handuk ala-ala tukang becak Nurhadi namanya.... wedi kalah jare haha.....(perlu diketahui bahwa mancing kami, kami buat kompetisi).

 

 Prepare sebelum mancing (Masjid Gunung Kendil)

Bahkan saat mancingpun kalau sudah waktunya beribadah mereka tetap melaksanakannya


Fajar "Si Pemancing sholeh"

So...."Mancing yes.... Ibadah OK" ..... :) :) :)
Salute....

Rabu, 30 Desember 2015

Reuni Alumni '95 MAN Salatiga



26 Desember 2015 , kali kedua ikut reuni Aliyah (MAN : Manusia Anti Neraka ) hehe... Dulu di pintu masuk tengah terdapat tulisan besar "MAN IDOLAKU" tertulis di roster yang fungsinya sebagai pagar. Tuulisan itu mungkin sebagai motivasi siswa agar bangga terhadap almamater atau ada tujuan lain, tapi yang jelas itu sangat melekat diotak saya dibanding kenangan manis manapun selama sekolah disana dengan catatan kalo kenangan manis itu hanya dihubungkan dengan asmara hehe.... Karena prinsip saya "Haram Pacaran"  (opo mergo pancen rapayu yo....rodo lali aku haha...).

Tapi pada akhirnya saya bersyukur ternyata benar bahwa "Kenangan manis itu pahit untuk dikenang"

Buktinya kemarin yang dulunya pernah cinlok pasti ada rasa menyesal karna tidak berlanjut, ehh....ketemu lagi lihat anaknya sudah pada gede....tiba-tiba galau, pura-pura tanya pada anaknya, kelas berapa dek..? (sambil dielus rambut anak itu...karo mbatin....Meh wae kwe dadi anakku nang...) hahaha.... ono opo ora kiro-kiro...?

Sebaliknya bahwa "Kenangan pahit itu manis untuk dikenang" minimal utuk saya, bener pemirsa saya punya kenangan pahit saat saya aliyah namun ber ending manis. Hari senin jam pertama adalah pelajaran Bahasa Indonesia, saat itu guru Bahasa Indonesia kelas III A2 adalah pak Luthfi, ( III A2 : Jurusan Fisika ), saya dulu jurusan Fisika pemirsa, keren tow.....Tapi nilai ujian Fisika saya her (istilah sekarang remidi) alias tidak tuntas whaha....

Setelah Pak Luthfi masuk kelas memberi salam dan sedikit motifasi kemudian beliau memanggil satu persatu siswa untuk di absen sekalian maju untuk dinilai tugasnya. karena nama saya huruf depannya A maka saya termasuk urutan depan Abdu Rosyid, Afiffudin, Anik Hidayati baru saya, ketika giliran saya dengan PD (Panas Dalam Percaya Diri) saya kumpulkan tugas, saya duduk didepan Pak luthfi dan diantara kami adalah meja guru yang cukup lebar. Pak Luthfi membuka-buka buku saya namun entah kenapa kemudian beliau menyuruh saya melihat buku saya sambil berkata ini buku apa? karena saya tidak merasa bersalah saya majukan kepala saya untuk melihat buku saya, saat itulah jangkauan tangan pak guru pas untuk menampar pipi saya...plakkkk.....catetan apa ini....., saya bingung pemirsa , dan ternyata buku yang saya kumpulkan adalah buku catatan ketrampilan elektro yang covernya sama dengan buku Bahasa Indonesia....Kakek'ane.....salah gowo buku jonn.........

Namun saya bukanlah seorang "BAPERMAN" pemirsa, yang mudah kebawa perasaan trus ill fill dan nggak mau move on, saat jam istirahat saya balik ke tempat kost (yang kebetulan dekat) untuk mengambil tugas bahasa indonesia, saya bawa kesekolah bertemu pak luthfi di ruang perpus karena memang kantor pak Luthfi di Perpustakaan, beliau adalah kepala Perpustakaan, saya berikan tugas saya " maaf pak tadi salah bawa buku" kemudian dilihat tugas saya dan akhirnya beliaupun bilang "ya sudah ndak apa-apa, itu minum dulu teh didepanmu itu" tanpa pikir  panjang karena saya juga haus lari dari sekolah ke kost bolak-balik, langsung saya minum teh itu sambil bergumam dalam hati "iki udu sogokan ben aku ora genti nesu tow pak...?." hehehe.....  "Rasa pahit yang berkhir manis" :D
Dan yang jelas sampai sekarang tak ada dendam diantara kami berdua karena memang tak ada asmara antara saya dan pak Luthfi, tak seperti mereka yang terkena cinlok dan kandas hehehe...

Alhamdulillah dua diantara sahabat yang datang ternyata menjadi kyai yaitu kyai Rofiq dan kyai Fanan, mereka berdua secara dadakan didaulat mengisi acara, kyai Rofiq mengimami dzikir tahlil sedangkan kyai Fanan diberi kehormatan untuk memberi tausiah, diantara isi tausiahnya adalah bahwa setelah apapun yang kita tempuh dan didapat dari sekolah dulu sampai sekarang menjadi berbagai profesi, jadikan semuanya alat bukan tujuan akhir, karna dunia hanya sementara sedang tujuan kita sebenarnya adalah kanpung akhirat.

"SETUJU KYAI"

Minggu, 28 Juni 2015

HEBATNYA PERSAHABATAN

Sawuse tak pikir, tak rasakke, tak resapi lan tak timbang akhire tak putusake kanggo ngunggah lirik lagu iki


Minggu, 17 Mei 2015

GUE MAH ORANGNYA GETOCH...


Rabu, 29 April 2015

CELEB ON VACATION (TRIP TO PRIGI), Hasilo Foto
























Sabtu, 18 April 2015

SUSUKE PERMEN YO.......



Kasir : Pak kembaliannya  Rp. 300,- mau sekalian disumbangin…..?

Koncoku  : Ya ndak papa…….

Dasare koncoku ki wonge apikan, ojo meneh kok mung telung atus rupiah, seket ewu yen gawe ngamal tak kiro bakal diwenehake. Ora masalah nyumbange pemirsa, ning sing pingin tak bahas masalah “susuk” (kembalian) naliko blonjo.

Ndek dino Rabu tanggal 15 April 2015 sepisan meneh aku khilaf pemirsa, aku nate ngomong yen ora tau dolan, dino kuwi aku dolan menyang Solo, sepurane yo…..hehe…..,naging dolanku ono  alesane pemirsa, ora mung dolan seneng-seneng ananging tujuan utamane penarikan siswa PRAKERIN (Praktek Kerja Industri)

Wektu kuwi rombongan priyai 4 nitih mobil, amergo sing siji priyai Salatiga perjalanan soko Bancak mobil disi wong telu lha sing siji nitih motor  tekan terminal Tingkir Salatiga. Tekan terminal ndilalah disik mobile, kapekso wong telu nunggu, sinambi nunggu aku karo koncoku mlebu mini market tuku ngombe lan jajanan kanggo sangu perjalanan. Lha ning mini market mau obrolan mau kedadean:

Kasir : Pak kembaliannya  Rp. 300,- mau sekalian disumbangin…..?

Koncoku  : Ya ndak papa…….

Penyakitku langsung kambuh pemirsa (kepo stadium 4) Tuwuh pitakonan ono sajroning pikiranku “Disumbangke ning ngendi yo…? Ora wani sempat takon aku lan koncoku banjur metu lan tekan saiki isih kepikiran terus. Mbok menowo panjenengan sing nate ngalami, ono sing nate takon tulung aku diwenehi ngerti. 

Nanging aku dadi rodo su’udzon (su’udzon karo rodo su’udzon ki dosane podo  bree…haha…) wah iki modus anyar iki…!!!!!

Lha kok iso…? Lha emange ono modus lawas ……?

Panjenengan mbok menowo nate ngalami, blonjo susuk satus utowo rongatus ora diwenehi duit nanging diganti nganggo permen, nate opo ora pemirsa….? Piye perasaan panjenengan….? Biyasa wae…..?

Yen aku mangkel…..jengkel….., isih mending yen ono tembunge, kadang tanpo ba…bi…bu….langsung diwenehi permen. Kadang saking jengkele langsung tak emut kasire permene ………….. (jengkel opo doyan haha…..).

lha wong dodolan opo meneh sekelas mini market utowo super market mosok yo ora cepak susuk……

Opo yo ora mikir menowo sing tuku ora mesti seneng permen…., opo gelem tanggung jawab yen sing blonjo teko meneh untune dho gripis mergo kokean permen….

Opo yo ora mikir menowo susuke mau arep digawe tambah bayar parker……., opo yo ora mikir yen susuk receh mau arep dileboke ono ing celengan jago….., opo yo ora mikir yen duwit sejuta iku yen kurang satus jenenge yo ora sejuta…..(weh… kok dadi emosi aku hehe….)

Ora lucu tow mas….mba’…. yen ono nikahan mas kawine duwit (Rp. 999.900 + permen 1)

Mulane aku janjane pengin balas dendam pemirsa, aku pengin blonjo trus umpamane enteke Rp. 100.000 arep tak bayar Rp. 99.900 tak tambahi permen siji hehe….
dadi lelucon kang sering dinggo geguyonan kae ugo berubah, panjenengan mesti nate mireng geguyonan koyo iki
_  Klambimu apik temen, regone piro kwi…?
+  Rego 100 ewu
_  Larang temen….duit kabeh Kwi?
Biyasane jawabe kan….
+  Ora…campur godong….!!!
Lha saiki ganti….
+ Ora….campur permen….!!!
lucu upu ura pemirsa….?



Kamis, 26 Maret 2015

OPTIMIS vs PESIMIS




Gambar ing nduwur iku tak jukuk soko group WA (whats up) sing tak ikuti (aku yo duwe akun WA lho pemirsa….hehe…). Sing uploud yo piyantun Jogja. Miturut pinemu (pendapat) panjenengan opo arti kang kakandut ono ing ukoro pitakonan (kalimat tanya)ono ing gambar?

Menurutku pribadiku dewe pitakonan mau ngandut roso suko renaning penggalihe kanggo kang ngucapake khususe masyarakat Jogja, amergo wus rumongso biso atur pakhurmatan kantisamestine keporo luwih marang tamu kang rawung ono ing Jogja.

Wajar pemirsa, tak kiro panjenengan yo wis perso dewe. Sopo sing ora ketagihan dolan maring Jogja...?, pesona wisata wiwit soko kraton, pantai kang asri (Parang Tritis, Samas, Kwaru lan liya-liyane) ugo wisata kulinere kang terkenal Gudeg Jogja, ditambah maneh ramah tamahe poro penduduke. Kabeh mau andadekake sopo wae ora jeleh-jeleh tindak dolan maring Jogja
Mulo yo wis pas lan ora terlalu muluk-muluk ukoro pitakonan ing nduwur
 “KAPAN KE JOGJA LAGI?”


 Ukoro nduwur kuwi pemirsa podo karo ukoro pitakonan kang pertama mung bedo panggonane wae, nangeng ngandut roso kang seje (bedo) 180 derajat. Ukoro pitakonan ing nduwur mujudake ukoro pitakonan kang ngandut  roso getun (menyesal) lan pesimis. Mujudake pitakonan retorik kang ora butuh jawaban amargo jawabane wis jelas “Ora Sudi” hehe…..

Nyadong deduko ingkang sakalangkung katah dumateng bapak/ibu guru karyawan SMK N 1 bancak ingkang sampun kepekso kerso tindak dateng gubug kawulo wonten ing acara pengajian rutin ingkang wulan meniko dumawah wonten panggenan kawulo. Nyuwun pangapunten mbok bilih anggenipun atur papan palenggahan, aruh soho suguh kirang mranani ing penggalih.
Kenopo kok aku iso ngomong ngono pemirsa, yo awit  soko kahanan daerahku kang mesti wae yo seje bedo) 180 derajat karo Jogja, ojo maneh kok kahanan pantai kang elok…. Wong kanggo tumuju panggonanku wae butuh perjuangan kang ora enteng, kudu nglewati dalan kang rusak parah nganti angel mbedakke endi dalan endi kali hahaha….

Isih katambah tindak-tanduk kasare kaluargo kang ugo bedo karo priyai Jogja. Maklum “ adoh Ratu cedak watu” mulo unggah-ungguh lan trapsilone yo kurang. Dasare omahe yo KAMSOLI (KAMpung ndeSO pinggir kaLI) hehe…

so...........................................
KAPAN KE TRABAN LAGI….?
RA SUDI..!!!!
hahaha……
ngenes

Dear Pak bupati, Traban niku nderek Kab. Boyolali lho.......