Tampilkan postingan dengan label ANALISA NGAWUR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANALISA NGAWUR. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 September 2017

Jodohnya disebelah


Jodoh Wasiat Bapak (Sinetron)
   
Jodohnya Disebelah
 (Kenangan antre masuk Amphi Theater  G W K)


Setiap orang punya selera berbeda tentang apapun termasuk tayangan TV, saya tidak terlalu suka menonton sinetron tapi sesekali menonton juga, kalaupun nonton sinetron saya lebih suka nonton sinetron bergenre komedi cerdas semisal Para pencari Tuhan atau Dunia terbalik yang mana untuk tertawa harus mikir dulu atau komedi ringan semisal Jin dan Jun atau Tuyul dan Mbak Yul, yang penting bisa tertawa minimal senyum, sebab aktifitas senyum hanya perlu sedikit otot untuk melakukannya dibanding mendorong motor ban kempes.

Akhir-akhir ini saya khilaf lagi, tanpa saya sadari saya beberapa kali nonton sinetron Jodoh Wasiat Bapak, dari beberapa kali nonton itu bolehkan saya berkomentar, walaupun pasti komentarnya ngaco (mohon dimaafkan) 😁

Isi cerita dalam sinetron tersebut sudah sering diangkat yaitu tentang kedurhakaan, keserakahan, kebiadapan dan keburukan-keburukan yang lain yang pada akhirnya akan menjadi penyesalan bagi pelakunya, istilah kata "karma" atau dalam Islam "Sunnatulloh" (sopo nandur bakale ngunduh). 
Ya... memang harus begitu mengingatkan orang itu harus berkali-kali dan tidak boleh putus asa karena orang lupa, orang khilaf itu juga terjadi berulang kali.

Paduan antara horor nanggung (memedine ratenanan 😜) dan komedi ringannya menjadikan saya menonton sinetron ini  tidak perlalu terlalu tegang dan serius, cukup dinikmati saja sebagai hiburan namun tetap ada pesan nasehatnya, apalagi ceritanya dibuat satu episode selesai, episode berikutnya sudah ganti lagi sehingga bagi yang maniak sinetron tidak menyesal jika tertinggal satu episode πŸ˜….

Awal tayang  judul sinetron ini adalah "Jodoh Pengantar Jenazah" (kata istri saya), tidak tahu kenapa kemudian berganti dengan "Jodoh Wasiat Bapak", mungkin terlalu horor kalo memakai judul Jodoh Pengantar Jenazah atau mungkin karena protes dari mba' Kania (Imaz Fitria) yang tidak mau jodohnya adalah Adam (Aldy Fairuz) seorang pengantar jenazah. Walaupun setelah dirubah judulnya menjadi "Jodoh Wasiat Bapak" Kania tetap saja jodohnya adalah Adam (seorang pengantar jenazah) karena memang isi wasiat bapak adalah mereka itu harus dijodohkan πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…. Catat mba' Kania...!!! kita hanya sebatas berusaha mencari jodoh yang terbaik buat kita, sedangkan ketetapannya berada di Tangan Tuhan Yang Maha Esa.

Setting tempat sinetron ini adalah "Kampung Ucrit", sepertinya sutradara sinetron ini tidak mau mengambil resiko dalam memakai seting tempat, mungkin takut ada protes kalau sampai ada kesamaan nama tempat, sebab irama kehidupan di "Kampung Ucrit" dipenuhi dengan keserakahan, kedurhakaan, kebiyadaban dan keburukan-keburukan lain. Siapa juga yang mau tinggal di desa seperti itu😱😱😱. apalagi  menurut saya "Kampung Ucrit" adalah kampung yang layak mendapatkan penghargaan dari MURI sebagai desa yang tingkat kematian penduduknya sangat tinggi (minimal 1 orang per hari atau per episode) πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Tentang 2 gambar diatas ga' ada hubungannya sih....., hanya mirip-mirip pose saja 😊

Kamis, 22 September 2016

Keadilan.....


Adil itu......
Kalau yang korupsi 10 milyar dihukum penjara 15 tahun maka yang korupsi 5 ribu itu hukumannya 4 menit
kalau yang korupsi 5 ribu dihukum 2 bulan maka yang korupsi 10 milyar harusnya hukumannya 3333 tahun, kalau belum sampai 3333 tahun sudah mati maka harus dikubur dipenjara itu baru setelah 30 abad kemudian kuburan dibongkar dandikeluarkan.

Hukuman ini sudah dihitung oleh  "KASINO WARKOP" menggunakan "SEMPOA"

Jumat, 15 Juli 2016



******
Nonton sinetron komedi yang diputar ulang oleh salah satu stasiun tv swasta, salah satunya adalah "Tuyul dan Mba' Yul" dimainkan oleh Oni syahrial sebagai Ucil tuyul yang baik dan Dominique sandra sebagai Mba' Yul, ada juga tokoh yang lain Kenthung sebagai sahabat dan pembela si Ucil dan Pam pam serta Samson sebagai tuyul yang ditugaskan untuk menangkap Ucil.

Dikisahkan bahwa Ucil adalah tuyul anti mainstream, tuyul yang keluar dari pakem, dia tidak seperti tuyul yang lain yang pekerjaannya adalah mencuri uang orang lain untuk dikasihkan kepada tuannya.

Tetapi Ucil tidak, dia adalah tuyul insyaf yang tidak mau mencuri, justru dia sering menolong orang lain.

Karena ulahnya itu maka raja tuyul marah dan mengirim Samson dan Pam pam untuk menangkap si Ucil. Maka terjadilah kejar mengejar antara Samson, Pam pam dan si Ucil

Tapi malang bagi Samson dan Pam pam karena si Ucil sangat licin untuk ditangkap ditambah dia dibantu oleh Sesosok jin yang besar yaitu si Kenthung. Sehingga usaha mereka selalu gagal....

Dan yang jadi ciri khas sinetron komedi ini adalah kostum gosong Samson dan Pam pam kena jebakan mereka sendiri atau kena api dari mulut si Kenthung hehe....

"GAGAL MANING SON"

Tapi yen tak pikir-pikir kok mirip kartun Tom & Jerry ya, Jerry yang selalu bermusuhan dengan Tom, mereka selalu beranten n kejar kejaran, dan Jerry selalu dibela oleh Spike

Pun juga Ucil yang selalu bermusuhan n selalu dekejar oleh Samson n Pam pam. Ucil juga selalu dibela oleh Kenthung.

Kebetulan sama atau yang satu menginspirasi yang lain?





Senin, 29 Februari 2016

Tahun Kabisat

Informasi tentang tahun kabisat saya dapat pertama kali adalah saat saya kelas 5  MI (Madrasah Ibtidaiyah), yaitu tahun yang habis dibagi dengan angka empat. ini terjadi Setiap empat tahun sekali.

Keunikan tahun kabisat adalah jumlah hari di tahun kabisat adalah 366 hari yang pada tahun-tahun biasa hanya 365 hari, satu hari pada tahun kabisat ditambahkan pada bulan Februari yang biasanya 28 hari menjadi 29 hari.

Saat saya SMP saya mendapat tambahan informasi dari guru geografi saya bahwa bumi berrevolusi mengelilingi matahari dalam satu kali putaran memerlukan waktu 365 lebih 1/4 hari.

Saya jadi penasaran dan mencoba menghubung-hubungkan, mungkin satu hari ditahun kabisat itu adalah pengganti 1/4 hari selama 4 tahun yang tidak pernah dihitung. Tapi Biar saja penasaran saya ini nanti saya tanyakan pada mbah google.

Siapapun yang membuat aturan perhitungan tahun masehi ini saya agak kurang setuju, karena menurut saya sipembuat kurang berfikir panjang hanya berfikir praktis bagaimana cara mengakomodir waktu 1/4 hari yang tak terhitung tiap tahunnya.

Tapi coba kita lihat efek negatifnya....

1. Karena adanya tambahan 1 hari di bulan Februari mengakibatkan orang yang lahir tanggal 29 Februari hanya bisa merayakan ulang tahunnya 4 tahun sekali. Kalo 1 tahun jelas disebut ulang tahun lha kalau 4 tahun Trus nyebutnya apa coba...?

2. Bagi yang punya pacar, suami, istri atau some one special yang lahir tanggal 29 Februari, trus mereka mau mengucapkan selamat ulang tahun....sudah dibela-belain begadang supaya bisa jadi yang pertama mengucapkan selamat ulang tahun, setelah jam 12 malam eeh ....tanggalnya bukan 29 tapi sudah tanggak 1 Maret... (Piye perasaanmu jal...,)

3. Dan Hari ini di tahun kabisat ini yang saya harapkan tanggal muda (baca bayaran) eeh.... baru tanggal 29 Februari....marai nggonduk jon.....hehe....

Kamis, 18 Februari 2016

Listrik Padam dan Oglangan

Setiap ada pemadaman listrik maka akan banyak orang di sekitar saya bilang  "wah...Listrike oglangan" yang dalam bahasa Indonesianya berarti "listriknya giliran"

Jika diperhatikan rasanya kurang pas kalau listrik padam selalu disamakan dengan listriknya digilir. Terus kenapa teman dan tetangga saya selalu bilang "listrike oglangan" ketika mati lampu?

Menurut analisa ngawur saya ini terjadi karena dulu memang pernah terjadi pemadaman bergilir, seingat saya saat itu musim kemarau yang cukup panjang sehingga debit air bendungan yang digunakan sebagai pembangkit listrik berkurang.hal ini mengakibatkan produksi tenaga listrik menjadi berkurang juga. Akibatnya pasokan listrik ke konsumen pun tidak mencukupi.

Dengan alasan inilah kemudian ada kebijakan pemadaman listrik secara bergiliran (di oglang).
Sejak saat itu lah setiap kali listrik padam tetangga-tetangga saya menyebutnya listrik nya oglangan.

Ayo hemat listrik, matikan lampu dan peralatan listrik yang tidak terpakai. HEMAT LISTRIK HEMAT BIAYA


Jumat, 15 Januari 2016

Pudarnya gelar “Mbah” dihatiku untuk Google :P



Entah dengan kriteria apa dan sejak kapan gelar “Mbah” melekat pada mesin pencari Google. Sepengetahuan saya kata “Mbah” berasal dari Bahasa Jawa, merupakan akronim dari kata tambah (tempat untuk minta tambah). Kata yang searti adalah “Mbok” akronim dari kata tombok (tempat untuk minta tombok).

Padahal sejatinya kewajiban seorang ayah dan ibu akan selesai saat putra putri mereka menikah, namun pada kenyataannya acap kali yang sudah menikah masih sering minta tombok (koyo aku), bahkan pada level cucupun masih minta tambah. Alangkah indahnya hidup kita ini berada di lingkungan dengan budaya mbok dan  mbah, sehingga walaupun seharusnya sudah berada pada level mandiri masih punya cadangan oase-oase penyejuk saat badai kemarau melanda, hehe...

Gelar mbah itu identik dengan umur yang tua, banyak tau tentang hal ( kenyang manis,asin dan pahitnya kehidupan alias berpengalaman ) dan tentunya bijaksana.

Dari beberapa pemahaman saya tentang gelar mbah itu kemudian saya mencoba menghubung-hubungkan (othak-athik gathuk) barangkali memang benar bahwa gelar mbah patut melekat pada mesin pencari google.
Untuk kriteria mbah sebagai tempat untuk minta tambah okelah saya setuju gelar mbah disematkan pada google, karena saya akui bahwa sayapun sering memanfaatkan google untuk menambah pengetahuan saya tentang berbagai hal, sedangkan untuk kriteria tua saya maklum, walaupun umurnya belum setua Tirex tidak masalah dan pada kriteria tahu banyak hal alias pengalaman saya juga mengakuinya.

Sampai pada devinisi ini saya masih mampu menghubungkan dan memaklumi pelekatan gelar mbah pada google. Namun ketika sampai pada kriteria mbah sebagai sosok yang bijaksana, disini saya mulai tidak setuju, karena terlalu baik hati (lomo) apa saja yang diminta anak cucunya seketika itu juga dipenuhi, tidak membiarkan dulu anak cucu belajar dan berusaha tanya guru kek… atau tanya Didu kek….hal ini membuat mereka jadi generasi manja karena tidak ada tantangan sama sekali hehe…

Karena saking baiknya apapun yang diminta diberikan tanpa memfilter apakah baik atau tidak buat mereka (lha ini kan namanya tidak wise tow…). Dan puncak ketidak setujuan saya atas penyematan gelar mbah tersebut adalah saat saya tahu bahwa google punya fitur yang menurut saya sangat diskriminatif yaitu google street view.

Di rilis tahun 2007 Google street view merupakan fitur google map yang menyediakan pemandangan jalan 360 derajat. Saat dioperasikan  menampilkan foto yang sebelumnya diambil oleh kamera diatas sebuah kendaraan dan dapat dijelajahi menggunakan tombol panah pada keyboard atau menggunakan mouse computer anda. Contohnya seperti foto-foto berikut
SMKN 1 Bancak (Google street view, kontributor:Nur Salim)
Itu adalah gambar sekolah saya yang ditelusuri menggunakan google street view.
Nah yang membuat saya gondok dan menjadi tidak setuju adalah foto berikut
Jalannya disilang (Google street view, kontributor : Nur Salim)
Itu adalah gambar terakhir yang bisa ditelusuri menggunakan google street view yaitu gambar yang diambil dari ujung aspal pondok gede perbatasan kabupaten semarang, dan jika lurus terus adalah menuju desa saya.
Ternyata google street view hanya berhenti pada jalan yang sudah bagus/beraspal, sedangkan untuk jalan yang jelek tidak dianggap sebagai jalan….. (ngono kuwi kan jenenge diskriminatif dan sangat tidak Wise….!!!!), atem.

“Mbah” untuk google…..”nggak banget”

Minggu, 03 Januari 2016

S.Gb , Sarjana Genteng Bocor......



2001 saya lulus kuliah, lazimnya orang yang lulus tentu hatinya senang atau pura pura senang, dan saya termasuk yang pura pura senang, karena bagi saya awal-awal lulus = nganggur. Celakanya pemikiran saya ini berpengaruh pada euforia prosesi wisuda dan thetek mbengek yang mengikutinya (sesi foto foto).

Saya masih ingat tahun 2001 belum ada hand phone berkamera dengan resolusi tinggi. Jangankan HP berkamera, punya HP dengan nada dering poliponik saja rasanya sudah sangat merdu ditelinga, canggih dan masih langka. Oleh karena itu media untuk foto-foto masih menggunakan kamera analog dengan media penyimpan berupa negatif film atau lazim disebut klis.

Begitu juga saya, walau lulus = nganggur namun apa salahnya mengabadikan moment nganggur, toh nganggur bukanlah aib yang harus ditutup-tutupi tapi hanyalah masa transisi dari lulus menuju bisa kerja (kan yo mung masalah suwe utowo sedeloke tow... hehe..). Sehari sebelum acara wisuda saya ke mall di kawasan simpang lima semarang untuk membeli kamera, tentu saja kamera analog dan negatif filmnya. Waktu itu saya membeli kamera merk Nikon dan1rol Fuji film asa 200. Selanjutnya pas hari H cekrek....cekrek....1 rol Fuji film isi 36 bonus 2 (bonus biasane kobong hehe..) habis untuk mengabadikan momen yang biasa-biasa saja itu.

Karena saya menganggap wisuda adalah kejadian biasa, negatif film yang sudah berisi momen wisuda yang sedianya akan saya buat kenang-kenangan pun tidak lekas saya cetak, jangankan dicetak saya cucikanpun tidak. hari berganti bulan dan tahun terlewati, timbul keinginan untuk bisa melihat kenangan tersebut, tapi terlambat....negatif film yang belum saya cucikan itu sudah rusak. Atem..... direwangi tuku kamera anyar jeeew..... yo wis lah rapopo..., satu-satunya kenangan  hanya foto hasil jepretan fotografer yang memang khusus dipersiapkan oleh panitia wisuda pada saat itu.

Lulus itu memang bahagia, namun kebahagiaan lulus secara sempurna baru saya rasakan awal tahun 2016 ini. Berawal  dari datangnya musim hujan tahun 2015 yang tentunya ini menguji kelayakan genteng rumah saya (bocor atau tidak ), dan ternyata bocor.

Dari situlah timbul percakapan suami istri yaitu saya dan istri saya hehe..

Istri     : Mas gentenge bocor, reng e dho gapuk dipangan rayap
saya    : Ho o, kudu diganti kwi
istri      : Gek ndang diganti tow....., iso opo ora ? nek ora iso rugimen leh kuliah...
saya    : *(&^%#^)**@$%)((**%$536gm!#+ (Translate : Hubungane uopoooo... kuliah karo mbenekke
            genteng bocor...haha...)

Namun hari minggu 3 Januari 2016 pada akhirnya saya bisa mengganti genteng yang bocor dan kayu-kayunya yang telah lapuk dimakan rayap. Saat  itulah saya merasa lulus yang sesungguhnya.

Pokoke rugi yen Sarjana kok ora iso mbenekke genteng bocor.....hahaha.....hadeh....





Sabtu, 22 Agustus 2015

Al fiil, An naml, An nahl mirurut "aku"

Ing antarane jeneng surat ono ing Al Qur'an, ono 3 surat kang jenenge nganggo jeneng jalmo kewan.

3 surat mau yoiku :
1. Surat Al fiil (Gajah)
2. Surat An naml (Semut)
3. Surat An nahl (Tawon Madu )

Al fiil (Gajah)
Surat iki isine sejarah pasukan gajah e rojo abrahah kang nduweni niat ngrubuhke ka'bah, ananging gagal mung kerono manuk ababil kang nggowo krikil soko genine neroko.

Pasukan abrahah kang gagah, sejoto lengkap, kendarakane gajah (ora ono kewan kang gede lan gagahe ngungkuli gajah), ewo semono kalah mung karo manuk ababil kang gedene karo kupinge gajah kalah gede

Kesimpulanku
1. Ojo sombong
2. Ora ono kang mokal mungguhing Gusti Alloh.

An naml (Semut)
Semut iku sawijining kewan kang uripe nglompok, kang ing kono wus ono tatanan kang gumathok.
Ono rojone, ono prajurit jogo, ono prajurit pekerja kang kabeh guyup tumindak miturut tugase dewe dewe, ora ijer lan ora iren.

Sing agawe gumun....semut iku saben ketemu konco mesti mandek sedelok (Jarene sih salaman lan "say hallo" hehe...)

Lan sing gawe aku gumun meneh.....sak jek jumbleg urung tau krungu ono semut tawuran haha...

An nahl (Tawon)
Eling dawuhe da'i sejuta umat KH. Zaenuddin MZ. Tawon iku duweni keistimewaan sifat kang biso dadi tepo tulodo kanggo wong kang iman (Mukmin).

Sifat mau yoiku :
1. Tawon iku kang di pangan sari patining kembang.
Dadi wong mukmin kudune yo koyo mangkono, dihajar ugo kudu dedaharan kang resik lan halal  (Halaman toyiban).

2. Tawon iku kang den hasilake arupo madu.
Dadi wong mukmin iku kabeh tumindake, pangandika lan amalane  iso koyo madu (Manis lan nyehatake awak)

3. Tawon iku menclok ono ngendi wae,arang banget nyebabake pang lan gegodongan tugel..
Wong Mukmin iku ono ing sadengah papan ora nate nyebabake panggonan mau dadi rusuh lan ora tentrem, justru sewalike kudu iso dadi tepo tulodho kanggo wong liyo.

4. Tawon iku yen ora di ganggu yo ora bakal ngrusuhi. Sakswene uripku aku yo durung nate ono tawon iseng menyang pasar njur ngentupi bakul hehe....ananging ojo pisan pisan sampean ngganggu tawon, sepisan wae tawon d ganggu... lha mbok tekan pucuke jagad bakal di buru.

Wong mukmin iku dudu biyang masalah, ananging yen ono masalah ugo ora menghindar

"MUSUH JANGAN DI CARI KETEMU MUSUH JANGAN LARI"



Kamis, 28 Mei 2015

AKIK

Akhire aku kudu melu nulis bab akik, amergo wis dadi rahasia umum akhir-akhir iki kabeh wong micoro masalah akik, saben-saben ono jejagongan mesti kaselipan micoro masalah akik, lan yen ndak waspadakake ono ing jejagongan mau roto-roto piyantune yo ngagem akik wose “NO DAY WITHOUT AKIK”  hehe…

Sejatine akik iku wus ono wiwit jaman biyen, mbok menowo wiwit jaman durung merdeka utowo mungkin malah jaman purba biyen hehehe…mung wae ora booming koyo saiki. Keno opo saiki kok iso booming lan memasyarakat...? Mbokmenowo iku amergo soko segi guno utowo manfaate (iki mung analisa ngawurku wae).

Menurutku akik jaman biyen iku dening poro kang ngagem minongko piyandel (kasekten), ono isine (kacang ijo, selay, opo coklat…emange roti). Mulo akik jaman biyen iku jenenge yo sangar-sangar koyo tho….

1.       Akik Serai : kanggo pemanis lan penglaris (jarene……)
2.    Akik Zamrud (emerald) , sing ngagem tambah wibawa, yen kanggo bocah wadon ABG       jaman saiki  isih kurang yen mung wibawa….kudu ono terusane
-wiibawa Motor ninja…
-wiibawa Mobil…
-wiibawa Bajaj… (Matre loch……)
 3. Akik Badar Wesi, gunane kanggo kekebalan ora empan gaman, keris mbalik, linggis mbalik, pacul     mbalik ( yo jelas yen nyilih keris, linggis utowo pacul ora mbalik mesti seneni sing disilihi hwehe..)

Lan liyo-liyane termasuk akik” TUNDUNG TAMU” lan akik “KINTILISIT” (yen cilik)…….hehe…

Mugo-mugo wae awake dewe ora kalebu wong kang percoyo marang kekuatane akik sebab iku biso ndadekake musyrik Inaudzubillahi min dzalik)

Lha yen akik jaman saiki dening pora kang ngagem mung minongko perhiasan ngagumi kaendahan ciptaane Gusti Alloh. 
Mulo akik jaman saiki jenise akih banget  koyo to ponco warno (lima warna), kali maya, bacan, giok, jasper, solar aceh, calsedon, onyx, black oval, kecubung lan liya-liyane

Olehe njenengi mung adedasar asale watu lan rupane watu ora soko magise.

Nagging ono sawijine akik sing menurutku paling modern pemirsa…
Jenis akik iki tak temokake naliko aku dolan ning shoping Salatiga, biyasa mas…mba’…..kanggoku lungo ning Salatiga durung lengkap yen durung ning klitikan

Niatku golek barang bekas elektronik kuno sing mbok meneowo isih iso digunakake. Naliko aku tongkrongan dumadakan ono bakul gowo macem-macem barang rongsokan ono barang elektronik, ono ugo spare part motor….lan ora ketinggalan AKIK, amergo sing ngetrend lagi akik bakul mau banjur nawakake akike…

Akik….akik….murah….nyoh ono limo siapa cepat dia dapat…..

Banjur ono sing takon 

Akik jenis opo kwi mas…..

Bakule banjur mangsuli

Mbuh ki opo jenenge aku ora mudeng akik…..sak retiku sing apik dewe iki “AKIK ANDROID” wong leh ku kulakan yo paling larang

Wew……layar sentuh nuw (batinku.....)

Sabtu, 25 April 2015

PANAS SETAHUN TERHAPUS HUJAN SEHARI


Panas setahun terhapus hujan sehari, miturut kamus besar Bahasa Indonesia artine kebaikan yang banyak hilang karena kesalahan yang sedikit saja. Peribahasa utowo paribasan (Bahasa Jawa) mau aku wis krungu wiwit jaman aku isih imut-imut cilik yoiku naliko sekolah ono ing MI (Madrasah Ibtidaiyah). Gandeng aku biyen isih lugu (durung reti selfi) aku yo mung manut wae naliko difoto diterangke pak guru.

pemahaman mangkono mau terus kagowo nganti aku dewoso. Koyo-koyo wis didoktrin ISIS pak guru MI….., naliko aku sekolah SMP, Aliyah, kuliah nganti tekan saiki kerjo pemahaman mau ora owah soko pola pikirku, prasasat wus kapatri ono ing njeron dodo. Saben krungu paribasan (peribahasa) kuwi anggonku ngartekke yo podo karo olehe nerangke pak guru.

Nanging naliko ono acara “Pembiasaan Pasca Prakerin” SMK N 1 Bancak (biyen PKL) dumadakan pikiranku langsung malik 180 drajat. Critane ngene pemirsa, acara pembiasaan mau dianakake tujuane supoyo bocah-bocah kelas XI kang bali soko Prakerin biso adaptasi maneh karo sekolah sawuse 3 sasi ninggalake sekolah kanggo sinau ono ing dunia industri. Lha saksuwene ono ing indusri mau akeh-akehe bocah rumongso bebas soko aturan sekolah, mangkat prakerin nganggo sandal, ora nganggo wear pack, lan sing paling keno dijagakake rambute mesti podo gondrong lan kadang ono sing disemir.

Mulo supoyo tertib maneh dianakake pembiasaan, kang salah sawijine yoiku potong rambut masal. Kabeh dipotong kanti ukuran podo yoiku 1 mm.


Naliko aku motong salah sawijine siswa ono sing omong ngene pemirsa
Lhah…lhah..... pak entek rambutku……
Rugi ki leh ngingu telung sasi….
Panas setahun terhapus hujan sehari…

Aku banjur mikir (percoyo tow pemirsa yen aku saiki iso mikir) opo ora kuwalik, kan yen miturut aturan sekolah rambut dowo kuwi elek…padahal miturut arti paribasan nduwur kan kebaikan yang banyak hilang karna sedikit kejelekan…., opo peri bahasane sing kliru yo…? Yen menurutku sih iya ga’ tau kalo mas anang (efek nonton Indonesian Idol).

Yen menurutku sih tembung panas iku luwih pas yen dipadakake karo kaolonan, swasono kang ora nyenengake, hubungan kang ora rukun lan sapiturute, sewalike tetembungan udan kuwi menurutku luwih pas yen dipadakake karo kaapikan, swasono kang adem, nyenengake. Dadi yen menurutku “panas setahun terhapus hujansehari” iku artine “ketidakharmonisan utowo swasono kang ora nyenengake kang suwe iso ilang amergo keapikan kang sitik”

Contone, sajroning kekancan kadang ono luput (kesalahan) kang ndadekake kekancan mau suwe banget ora harmonis, ning mergo tembung MAAF akhire kekancan mau dadi harmonis maneh
Sepisan meneh iku menurutku, yen menurut mas anang mbuh….
Lha yen menurut njenengan piye pemirsa….?

Jumat, 27 Maret 2015

PUTIH LOREK IRENG OPO IRENG LOREK PUTIH


Pitakonan mau tuwuh ono ing fikiranku naliko aku dolan-dolan (piknik) menyang Jogja pemirsa.

Jare ora tau piknik lek…….?

 Maaf mas…mbak….wektu kuwi aku khilaf  haha….iso piknik amergo khilaf….

Jan-jane acarane ora mung piknik ananging acara halal bihalal keluarga besar SMK N 1 Bancak. Naliko kuwi acara digelar ono ing kebon binatang Gembira Loka.

Sawuse acara bubar sabanjure diteruske piknik keliling Gembira Loka nonton satwa kang ono ing kono, wiwit seko gajah, jerapah, onta, nganti kewan banyu yo ono koyo tho boyo, kodok, iwak lan liya-liyane. Nalikane tekan gon kandang munyuk pemirsa aku weruh munyuk sing lagi lungguh sinambi gujengan pager kandange. Tak matke, tak cedaki… rodo suwe anggonku ngematke nganti akhire aku dikagetke suarane bojoku “cie….cie….sing lagi ngaca”

Atem iwg……..

Aku lan bojoku banjur mlaku maneh nonton siji mboko siji kewan kang ono nganti tapis, akhire tekan lawing metu. Lha ono ing sacedake lawing metu mau ono kandang Zebra……

Kawitan sih tak anggep biyasa…..wis nate weruh, ono ing TV ugo sering ditayangke, nagging sadurunge tekan njaban lawing dumadakan tuwuh pitakonan ono ing pikiranku “jan-jane sing bener Zebra kuwi ireng lorek-lorek putih opo putih lorek-lorek ireng.

Tak takokke ono ing FB, BB, WA, MIG33….pranyoto jawabane ora podo antarane priayi siji lan sijine, ono sing jawab sak kepenake, lucu, serius malah ono sing nganggo dasarteori barang. Koyo ngopo jawaban mau bakal tak rangkumono ing ngisor iki….cekidot…..
  1. Ireng lorek-lorek putih, alesane koyo zebra cross kae aspale ireng lagi dicat putih
  2. Putih lorek-lorek ireng, alesane warna dasar ki kan putih trus lagi dicat ireng
  3. Ireng lorek-lorek putih, alesane menurut teori ALFABET  huruf I (Ireng) iku luwih disik tinimbang huruf P (Putih)
Tak jajal Bahasa indonesiane pemirsa Hitam Putih……owh yo masuk…. Huruf H (Hitam) luwih disik tinimbang huruf P (Putih).
Tak jajal nganggo Bahasa inggris pemirsa, Black White……isih masuk pemirsa….. huruf B (Black) luwih disik tinimbang huruf W (White)
  1. Ireng lorek-lorek putih, alesane aku ireng adiku putih jew brarti kan ireng disik,  hahaha….
  2. Memang dasare ono 2 jenis, jenis pertama ireng lorek-lorek putih, jenis kedua putih lorek-lorek ireng
Nak menuru panjenengan piye pemirsa….?
Monggo ditambahi….