Pepatah bilang "TAK ADA GADING YANG TAK MARTEEN" karna saya tak marteen jadi saya bukan gading. Ojo dibanding-bandingke. 🤦♂️
Tampilkan postingan dengan label KURANG GAWEAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KURANG GAWEAN. Tampilkan semua postingan
Selasa, 04 Oktober 2022
Ojo di bandingke
Label:
KURANG GAWEAN
Minggu, 24 September 2017
Wiwit Aku Isih Bayi
Nganti tumeka saiki, lair batin gemati.
Mangkat sekolah disangoni,
Sarapan kang wus mesthi.
Mula aku kudu bekti,mbangun turut ngajeni.
Label:
KURANG GAWEAN
Jumat, 01 September 2017
muach...muach....
Nemu Lagu dimemory card lama, dapet animasi yang kelihatannya cocok langsung dech.... otak jahil saya meronta-ronta 😋😋😋. Dulu banget lagu ini terkenal dikalangan pengguna HP dikampung saya, digunakan sebagai ring tone ataupun diputar di music player, saya tidak tahu itu bahasa apa, saya jadi keder untuk menirukannya, walaupun menirukan asal asalan pun saya enggan, takut kelihatan asli saya (BEGO') 🙈🙈🙈😁 sehingga yang saya tirukan hanya kata kata terakhirnya saja "muach...muach..." 😊😊😊.
Yang tahu liriknya tolong dong saya dikasih tahu
Label:
KURANG GAWEAN
Rabu, 30 Agustus 2017
Nyanyi...!!! Cukup Dirumah Saja
Frank Sinatra Lyrics
And now, the end is near
And so I face the final curtain
My friend, I'll say it clear
I'll state my case, of which I'm certain
I've lived a life that's full
I traveled each and every highway
And more, much more than this, I did it my way
Regrets, I've had a few
But then again, too few to mention
I did what I had to do and saw it through without exemption
I planned each charted course, each careful step along the byway
And more, much more than this, I did it my way
Yes, there were times, I'm sure you knew
When I bit off more than I could chew
But through it all, when there was doubt
I ate it up and spit it out
I faced it all and I stood tall and did it my way
I've loved, I've laughed and cried
I've had my fill, my share of losing
And now, as tears subside, I find it all so amusing
To think I did all that
And may I say, not in a shy way
Oh, no, oh, no, not me, I did it my way
For what is a man, what has he got?
If not himself, then he has naught
To say the things he truly feels and not the words of one who kneels
The record shows I took the blows and did it my way
[instrumental]
Yes, it was my way
And so I face the final curtain
My friend, I'll say it clear
I'll state my case, of which I'm certain
I've lived a life that's full
I traveled each and every highway
And more, much more than this, I did it my way
Regrets, I've had a few
But then again, too few to mention
I did what I had to do and saw it through without exemption
I planned each charted course, each careful step along the byway
And more, much more than this, I did it my way
Yes, there were times, I'm sure you knew
When I bit off more than I could chew
But through it all, when there was doubt
I ate it up and spit it out
I faced it all and I stood tall and did it my way
I've loved, I've laughed and cried
I've had my fill, my share of losing
And now, as tears subside, I find it all so amusing
To think I did all that
And may I say, not in a shy way
Oh, no, oh, no, not me, I did it my way
For what is a man, what has he got?
If not himself, then he has naught
To say the things he truly feels and not the words of one who kneels
The record shows I took the blows and did it my way
[instrumental]
Yes, it was my way
Label:
KURANG GAWEAN
Rabu, 21 Desember 2016
Tips turun temurun
Tips No. 1
Ora melu mangan nongkone nanging melu keno pulute <tidak makan nangkanya tapi kena getahnya>,adalah sebuah ungkapan jawa yang maknanya kira-kira adalah seseorang yang tidak tahu menahu tentang suatu masalah tetapi ikut kena dampaknya <pendek kata "SIAL">
Tips simbok saya bukan untuk menghilangkan "kesialan dalam tanda kutip itu" tetapi menghilangkan kesialan yang sesungguhnya jika kita terkena getah nangka saat kita makan nangka ataupun tidak makan tapi SIALnya kita kena getahnya.
Yang sering kita lakukan saat terkena getah nangka adalah dengan mengolesinya dengan lengo liun <baca : minyak tanah>, hilang sih...tapi tangan jadi bau, ya kalau ada persiapan minyak tanah di rumah kalau tidak? apalagi harga minyak tanah yang melambung tinggi yang memaksa ibu-ibu pindah ke lain body dengan memasak menggunakan kompor gas, itu berarti pula akang tukang kompor minyak kehilangan pekerjaan sebagai call men <untuk menservice kompor minyak>.
Yang sering kita lakukan saat terkena getah nangka adalah dengan mengolesinya dengan lengo liun <baca : minyak tanah>, hilang sih...tapi tangan jadi bau, ya kalau ada persiapan minyak tanah di rumah kalau tidak? apalagi harga minyak tanah yang melambung tinggi yang memaksa ibu-ibu pindah ke lain body dengan memasak menggunakan kompor gas, itu berarti pula akang tukang kompor minyak kehilangan pekerjaan sebagai call men <untuk menservice kompor minyak>.
Apa Kabar Tukang Kompor Minyak? apik jamanku tho?
Lha tips e endiiiii..........?
oh iyo.... kalo kena getah nangka cukup kamu buka biji nangka <Traban : Nyamplongan> kamu buka, nanti didalamnya disekitar beton akan ada airnya. nah air itu kita usapkan ke tangan kita yang kenah getah, insyaAlloh getah akan mudah kita hilangkan tanpa minta bantuan pak Tarno. wis ngono wae....
Tips No. 2
Ambune prengus koyo wedus, amis koyo bulus, kalimat itu ungkapan yang tidak bermakna karena yang mengucapkan adalah saya hehe....., sedikitpun tak bermakna, tidak seperti orang-orang sekarang yang sangat pandai merangkai kata-kata bijak lewat medsos yang dishare beribu-ribu kali dengan tulisan besar diatasnya "COPAS GRUP SEBELAH"
Mungkin pembaca yang budiman adalah tipe orang yang dalam melakukan sesuatu sukanya to the point, taunya jadi, langsung pengin menikmati, tapi harapan saya sebaliknya, agar bisa memanfaatkan tips ini saya berharap anda adalah tipe orang yang senang menikmati proses, "karena sejatinya dalam proses tersebut ada belajar dan dari proses tersebut akan membekas dalam ingatan kita" <ojo di copas grup sebelah lho...>
To the point saja....... misalkan kita mau membuat "ayam kampus kampung kremes", dari awal penyembelihan kemudian kita siram ayam tersebut dengan air mendidih, kita cabuti bulu ayam, kita bersihkan ayam, kita potong-potong ayam, kita buatkan bumbu dan adonan tepung, kita goreng, dari proses tersebut saat membersihkan maka tidak bisa tidak, pasti tangan kita bau amis, maka kita bisa mencucinya dengan sabun pasti hilang bau amisnya.
eitss....tunggu dulu bukan itu tipsnya, tipsnya adalah jika tidak ada sabun maka gosokkanlah tangan kita yang berbau amis tadi ke telapak kaki dan sela-sela jari kaki kita, dalam hitungan detik insyaAlloh bau amis ditangan kita akan hilang
Alhamdulillah....tips kedua telah saya sampaikan langsung pada intinya <To the point> :D
Tips No.3
Asale geni bali dadi geni, asale lemah bali dadi lemah, kalo ini mungkin mantra dukun yang mengobati pasienya yang terkena santet hehe...
tidak ada hubungannya dengan tips ke 3 kecuali kata "Lemah"/"Tanah". Bagi yang punya masalah dengan BB alias bau badan tanah adalah salah satu cara yang ampuh untuk menghilangkannya
Caranya ketika kita mandi sebelum memakai sabun kita bisa membaluri tanah yang sudah dilembutkan dan dicampur sedikit air, balurkan keseluruh tubuh wabil khusus di ketiak diamkan beberapa menit bilas dengan air baru dilanjutkan menyabun seperti mandi biasa, insyaAlloh bau badan berkurang.
Itu saja dulu tips yang diajarkan simbok saya pada saya.
"TELOLET OM"
Alhamdulillah....tips kedua telah saya sampaikan langsung pada intinya <To the point> :D
Tips No.3
Asale geni bali dadi geni, asale lemah bali dadi lemah, kalo ini mungkin mantra dukun yang mengobati pasienya yang terkena santet hehe...
tidak ada hubungannya dengan tips ke 3 kecuali kata "Lemah"/"Tanah". Bagi yang punya masalah dengan BB alias bau badan tanah adalah salah satu cara yang ampuh untuk menghilangkannya
Caranya ketika kita mandi sebelum memakai sabun kita bisa membaluri tanah yang sudah dilembutkan dan dicampur sedikit air, balurkan keseluruh tubuh wabil khusus di ketiak diamkan beberapa menit bilas dengan air baru dilanjutkan menyabun seperti mandi biasa, insyaAlloh bau badan berkurang.
Itu saja dulu tips yang diajarkan simbok saya pada saya.
"TELOLET OM"
Label:
KURANG GAWEAN
Minggu, 02 Oktober 2016
Pen Pineapple Apple Pen (PPAP)
Tak sepenting seperti yang saya fikirkan, menurut saya hanya senam mulut n lidah melafalkan liriknya tanpa kesleo....
Bagi saya kalimat tersulit untuk diucapkan didunia ini adalah tetap kalimat(tembung) Jawa:
"KIDUL REL, LOR REL" ucapkan 10 kali tanpa jeda haha.....
Lojie...
Bagi saya kalimat tersulit untuk diucapkan didunia ini adalah tetap kalimat(tembung) Jawa:
"KIDUL REL, LOR REL" ucapkan 10 kali tanpa jeda haha.....
Lojie...
Label:
KURANG GAWEAN
Rabu, 31 Agustus 2016
Sing song sore-sore
Label:
KURANG GAWEAN
Sabtu, 16 Juli 2016
Label:
KURANG GAWEAN
Rabu, 06 Juli 2016
Senyum Di Kulum I
"TEKEK"
.
Mbokku : Tekek ki kok yen muni nyeluki jenenge dewe yo.....
Mantune : Kersane mboten lali kalian jenenge piyambak menawi mbok.... hehe....
"PITIKE MATI"
Bojoku : Mas potike mati....
Aku : Ganti batrene adek
Bojoku : Emange radio....
"OPEK NONGKO"
Mbokku : Gusti Alloh ki jan joss tenan.
Aku : Lha pripun tow mbok..?
Mbokku : Lha kwi delengen nongko sakmono gedene kok mung digantung nganggo gantilan sakupil.
Jajal piye yen awske dewe sing mssang, ramungkolin iso.
"SELFIE"
Bojoku : Mas pak e ki angger bar adus sore mesti njur njagong neng kursi ngarep karo mbubuti jenggot....
Aku : Ho o ya.... yen sok mben kowe wis tua paling bar adus trus lingguh ning ngarepan karo selfie yo adek.....
"JAM DINDING MATI"
Bojoku : Jam e mati, mbok diganti batrene mas....
Aku : Yo ben sik, justru sing jenenge jam sing konsisten ki ngunu kuwi, ora molah maleh (mencla mencle), wis 10 dino jam 16.34 terus.....
"NGARBIT GEDANG"
Mantu : Mboten enggal siram mbok, mpun jam setengah gangsal
Mbokku : kowe disik aku mengko lagi bar ngarbit gedang
Mantu : lha enten nopo mbok?
Mbokku : yen langsung ados mengko mundak ora iso mateng bareng, kapuran suk bakdo
Aku : <mikir...mosok tow>
"NUMPAK MOTOR"
Bojoku : Mas wong2 kae nak numpak motor trus lewat jembatan karo kuburan kok dho klakson ki ngopo ?
Aku : lha mbuh, lha koe yo melu2 klakson....
Bojoku : ho o...
Aku : wong rareti kok melu2, lha nak aku malah wedi arep klakson
Bojoku : lha nopo?
Aku : Bayangno... liwat ngarep kuburan klakson, trus seko njero kuburan nyauri " enteni aku....!!!!!" Piye jal.....
.
Mbokku : Tekek ki kok yen muni nyeluki jenenge dewe yo.....
Mantune : Kersane mboten lali kalian jenenge piyambak menawi mbok.... hehe....
"PITIKE MATI"
Bojoku : Mas potike mati....
Aku : Ganti batrene adek
Bojoku : Emange radio....
"OPEK NONGKO"
Mbokku : Gusti Alloh ki jan joss tenan.
Aku : Lha pripun tow mbok..?
Mbokku : Lha kwi delengen nongko sakmono gedene kok mung digantung nganggo gantilan sakupil.
Jajal piye yen awske dewe sing mssang, ramungkolin iso.
"SELFIE"
Bojoku : Mas pak e ki angger bar adus sore mesti njur njagong neng kursi ngarep karo mbubuti jenggot....
Aku : Ho o ya.... yen sok mben kowe wis tua paling bar adus trus lingguh ning ngarepan karo selfie yo adek.....
"JAM DINDING MATI"
Bojoku : Jam e mati, mbok diganti batrene mas....
Aku : Yo ben sik, justru sing jenenge jam sing konsisten ki ngunu kuwi, ora molah maleh (mencla mencle), wis 10 dino jam 16.34 terus.....
"NGARBIT GEDANG"
Mantu : Mboten enggal siram mbok, mpun jam setengah gangsal
Mbokku : kowe disik aku mengko lagi bar ngarbit gedang
Mantu : lha enten nopo mbok?
Mbokku : yen langsung ados mengko mundak ora iso mateng bareng, kapuran suk bakdo
Aku : <mikir...mosok tow>
"NUMPAK MOTOR"
Bojoku : Mas wong2 kae nak numpak motor trus lewat jembatan karo kuburan kok dho klakson ki ngopo ?
Aku : lha mbuh, lha koe yo melu2 klakson....
Bojoku : ho o...
Aku : wong rareti kok melu2, lha nak aku malah wedi arep klakson
Bojoku : lha nopo?
Aku : Bayangno... liwat ngarep kuburan klakson, trus seko njero kuburan nyauri " enteni aku....!!!!!" Piye jal.....
Label:
KURANG GAWEAN
Sabtu, 18 Juni 2016
Bukan karya saya, tapi saya suka maka saya copy
Teror Malam jumat
Saat itu baru setengah sebelas malam, hujan gerimis membasahi malam Jumat sejak Magrib. Ngaliyan malam itu begitu dingin dan senyap. Penghuninya sudah terlelap.
Tapi entah kenapa Parmin susah memejamkan mata. Diambilnya rokok, berharap dapat hawa melawan dingin. Parmin duduk di ruang tamunya yang temaram.
Dihisap dalam-dalam batang rokok pertamanya. Detak jam dinding mengiringi kepulan asap dari mulut Parmin. Sesekali Parmin melongok ke jendela kaca, menyibak sedikit tirainya. Masih gerimis dan sepi, tak ada seorangpun lewat.
Batang rokok kedua diambilnya. Parmin kembali menyalakan rokok dan menghisapnya. Kembali pandangannya tertuju ke kaca jendela. Kali ini Parmin mendapati cahaya yang berjalan dari ujung gang.
Kebetulan rumah Parmin pada posisi tusuk sate, tepat di depan gang. Kakek Parmin yang mewariskan rumah itu berpesan agar setiap malam Jumat menaruh sebutir telur dan kembang setaman di depan pintu. Menurut sang kakek, rumah tusuk sate kerap menjadi jujugan lelembut.
Cahaya kian mendekat, ke arah rumah Parmin. Tapi kepulan asap rokok menghalangi pandangan Parmin. Ia kibaskan tangannya mengusir asap. Pandangannya dari balik kaca jendela sedikit lebih jelas, sekaligus membuat jantungnya berdegub.
Dilihatnya sepasang kuda putih menarik kereta, diatasnya duduk perempuan berbaju putih, rambutnya panjang menjuntai. Memakai mahkota.
Darah Parmin berdesir, keningnya mulai berkeringat. Pikir Parmin, tak mungkin kalau itu orang. Apalagi tetangganya. “Masak iya ada yang punya kuda? Ini pasti lelembut yang dimaksud Mbah Kakung,” batinnya.
Degub jantung Parmin kian kencang saat didengar suara gemerincing dan cahaya makin dekat.
Darah Parmin berdesir, keningnya mulai berkeringat. Pikir Parmin, tak mungkin kalau itu orang. Apalagi tetangganya. “Masak iya ada yang punya kuda? Ini pasti lelembut yang dimaksud Mbah Kakung,” batinnya.
Degub jantung Parmin kian kencang saat didengar suara gemerincing dan cahaya makin dekat.
Parmin mulai bimbang, tetap menatap lelembut itu hingga mengambil sesajen yang sore tadi diletakkannya di depan pintu. Atau masuk saja ke kamar.
Tapi akhirnya Parmin memutuskan meladeni penasarannya. “Seperti apa rupa lelembut yang diceritakan Mbah Kakung? Apa seperti ratu laut selatan yang ada di film? Mungkin memang itu, ya benar,” batin Parmin mengoceh, tapi ia gemetaran.
Tapi akhirnya Parmin memutuskan meladeni penasarannya. “Seperti apa rupa lelembut yang diceritakan Mbah Kakung? Apa seperti ratu laut selatan yang ada di film? Mungkin memang itu, ya benar,” batin Parmin mengoceh, tapi ia gemetaran.
Suara gemerincing semakin jelas, cahaya kian mendekat, tapi sayang gerimis menjadi hujan agak lebat. Pandangan Parmin kian terhalang. Tapi rasa penasarannya kian membuncah. Akhirnya Parmin memberanikan diri beranjak dari duduknya di dekat jendela dan membuka pintu.
“Krincing .. krincing .. krincing..” makin jelas. Pintu terbuka, hujan bertambah lebat. “Krincing..krincing,” … Parmin tertegun.
“Krincing .. krincing .. krincing..” makin jelas. Pintu terbuka, hujan bertambah lebat. “Krincing..krincing,” … Parmin tertegun.
“Sate mas? Sekalian saya numpang berteduh di teras ya mas” kata lelaki yang sedari tadi mendorong gerobak satenya dari ujung gang.
Tukang sate menutup payung yang lekat di gerobak dan membuka jas hujan biru mudanya.
Tukang sate menutup payung yang lekat di gerobak dan membuka jas hujan biru mudanya.
“Aseeeeeeeeeeeeem!!!” teriak Parmin dalam hati, sambil menyeka keningnya yang basah. “Monggo mas, saya mau tidur,” Parmin menguap menuju kamar.
Label:
KURANG GAWEAN
Jumat, 22 April 2016
Video Blog Pertama Saya
Ini Vlog pertama saya, sebetulnya bukan video sih... hanya gabungan foto dan beberapa animasi yang mix dengan file audio kemudian diubah menjadi file video. yang alergi dengan wajah saya jangan dibuka file ini nanti malah pingsan......
oh ya.... sedikit promosi bagi adek2 gemes lulusan SMP kalau mau bisa bikin seperti ini silahkan masuk jurusan TAV SMK N 1 Bancak
Kita belajar bersama
Label:
KURANG GAWEAN
Minggu, 10 April 2016
Kurang Gawean
Label:
BOYOLALI,
KURANG GAWEAN
Sabtu, 09 April 2016
Mbah Wongso
Tiba-tiba saya ingat mbah wongso, beliau adalah penduduk Rekesan dusun Traban, Repaking, Wonosegoro Kab. Boyolali. Seingat saya belia hidup dimasa Kerajaan Maja Pahit saya sekolah Madrasah Ibtidaiyah. Postur tubuhnya kurus, tinggi berwajah sangar (setidaknya dimata anak-anak seumuran saya waktu itu) dan berkacamata.
Ciri khas dari beliau adalah dari cara berpakaiannya, kesehariannya beliau selalu memakai celana hitam gombrong yang panjangnya melebihi lutut namun tidak sampai mata kaki. lebih tepatnya sampai setengah betisnya. Kalau di Jogger Bali ada produk celana bertuliskan kata-kata "Celana Pendek Terpanjang di Dunia" maka mbah Wongso telah memakainya sejak jaman dulu hehe...
Selain itu beliau juga selalu memakai baju hitam gombrong juga, memakai ikat kepala khas jawara dilengkapi dengan caping kropak, tak ada penggambara yang tepat kecuali beliau mirip seorang Pendekar (tapi kok kocomotoan yo....).
Sesangar apapun beliau namun tak membuat saya dan teman-teman menjadi takut Kaena kami adalah "COWBOY" (Cowok Boyolali) yang tak takut apapun......!!!! Kecuali Alloh,
Lupakan paragraf diatas....
Kami tidak takut karena memang mbah wongso orang baik. Setiap hari Legi, Pon dan wage beliau pergi kepasar, kami kurang tahu profesi beliau apa sebenarnya, mungkin pedagang.... namun yang jelas bagi kami beliau adalah peramal yang handal lebih dari siapapun, bagi kami tentunya.
Iya....ketika mbah wongso ke pasar, kebetulan lewat samping rumah saya maka akan langsung diserbu oleh anak-anak sambil menengadahkan tangan mereka.....mbah... niki dadi nopo mboh....kulo dadi nopo mbah.... begitu tanya anak anak
Sambil sedikit mengangkat sedikit kacamatanya mbah wongso pun segera menjawab... kowe dadi guru..., kowe dadi polisi.... iki dadi dokter dan seterusnya berbagai profesi dia sebutkan.
Hari pasaran berikutnya hal yang sama kami lakukan, dan mbah wongso pun memberikan jawaban dengan berbagai macam profesi meskipun tentunya tidak sama dengan yang kemaren, saya yang di ramal hari Pon menjadi tentara dihari Legi saya diramal menjadi Guru, dan seterusnya selalu berubah haha...
Namun demikian kami tak perduli, setiap mbah Wongso lewat selalu kami serbu, saya anggap ucapan mbah wongso sebagai doa yang akan dikabulkan Alloh SWT suatu saat nanti aamiin....
Buat mbah Wongso, Allohummaghfirlahu warkhamhu wa'afihi wa'fu'anhu
Label:
KURANG GAWEAN
Minggu, 03 April 2016
Mengenal lebih dekat mereka
Pastinya pemirsa mengenal bermacam macam hewan baik yang menjadi piaraan maupun hewan liar, Apakah anda pernah mengamati kelakuan mereka? Ya...ada yang bikin adek-adek gemes tapi ada juga yang justru bikin kesel.
Berikut ini beberapa hewan yang pernah saya amati kelakuannya, kurang gawean banget yo..hehe.. biarin.
Kucing
Pernah menghalau kucing...?, perhatikan saat dia kita halau hush.... hush... pasti akan lari, tapi coba perhatikan setelah berjarak beberapa meter dari kita, maka dia akan berhenti dan menengok ke arah kita ( seolah berkata...tadi yang disuruh pergi saya ya...?) hehe....
Tokek
Adalah hewan yang namanya mungkin diambil dari suaranya ketika berbunyi, menurutku tokek lumayan pintar dia punya kebiasaan kalau buang kotoran itu teratur di tempat yang sama, artinya dia tidak membuang sampah kotoran sembarangan, termasuk diatas tempat tidur saya...hadeuh...pinter ya pinter tapi tidak diatas tempat tidur juga kale....
Kodok/Katak
Kodok dalam bahasa jawa adalah akronim dari teko-teko ndodok (datang-datang langsung jongkok). Hal mengejutkan dari kodok yang saya ketahui adalah dia hewan yang daya ingatnya lumayan, terbukti di kamar saya ada kodok yang bertempat di pojok kamar, kemudian saya buang didepan rumah, paginya saya lihat lagi kodok tersebut dipojokkan kamar, saya fikir mungkin kodok lain. Karena saya tidak bisa membedakan wajah kodok hehehe... lalu saya buang lagi, kali ini saya masukkan jurang di belakang rumah.
Eeh... paginya masih ada lagi kodok di pojok kamar saya, karna penasaran itu kodok yang sama atau kodok lain maka saya tangkap kodok itu lalu saya beri tanda dengan mengecat merah dipunggung kodok (kurang gawean) lalu aku buang lagi di jurang.
Ajaib....pagi harinya saya lihat lagi kodok di pojok kamar dan ternyata memang kodok yang saya cat kemarin. Benar2 tajam ingatannya, akhirnya setelah saya buang diseberang sungai baru kodok tersebut tidak balik lagi ke kamar....
Ayam
Entah bego, mau bikin terkejut orang atau memang sengaja ingin menunjukkan keberaniannya, sering kali ketika saya naik motor, ayam yang sudah berada di pinggir jalan ketika motor lewat tiba-tiba lari menyeberang jalan..... hadeuh.. . bikin kaget saja.... dasar ayam.
Bebek dan sejenisnya
Begitu kagumnya saya dengan hewan ciptaan Alloh yang satu ini, empat jempol untuk mereka dan 6 kali kerlingan mata bunda Hetty koes endang layak untuk mereka....
Perhatikan saat mereka tidur... mata terpejam, kepala ditekuk ke belakang, satu kaki diangkat...hahah...jian... kemplinthi tenand (Don't try this at home).
Label:
KURANG GAWEAN
Rabu, 09 Maret 2016
Tips Hemat Sabun Mandi

Sering kali kita membuang sabun mandi yang tinggal kecil karena sudah sulit digosokkan dibadan ketika mandi, ini termasuk pemborosan karena sebetulnya sabun itu masih bisa digunakan 2-3 kali mandi, namun karena sudah sulit untuk menyabun badan akhirnya kita menyerah dan memilih untuk membuangnya.
Kali ini saya beri tips bagaimana sisa sabun mandi tersebut tidak mubadzir terbuang :
Setiap
sabun mandi tersisa kecil-kecil dan susah untuk dibuat menyabun badan tidak langsung saya buang namun saya simpan. Setelah terkumpul 5 biji maka yang saya lakukan adalah menggabungkan 5
sisa sabun tersebut menjadi satu sehingga bisa digunakan untuk menyabun
badan lagi dengan berbagai macam aroma menjadi satu tentunya....haha....
Hayo ngakuuu siapa yang pernah melakukannya juga ?
Tenang... ini bukan aib kok, ini adalah cara berhemat dan menghindari
memubadzirkan sabun. Ingat....memubadzirkan sesuatu itu adalah dekat
dengan syaitan dan sesungguhnya syaitan itu dekat dengan neraka hehe...
Bagi anda yang tidak suka menggabungkan sisa sabun menjadi satu dengan alasan aromanya menjadi bercampur ada cara lain, yaitu tetap memakai sabun yang tinggal kecil itu untuk menyabun badan sampai benar-benar sulit untuk digunakan menyabun badan. Setelah tidak bisa sama sekali maka jurus terakhir adalah gosokkan sisa sabun kecil tersebut ke rambut anda haha...(Pastikan saat itu anda mandi sekaligus keramas :D)
"JANGANLAH KAU GENGGAM TERLALU ERAT SABUN MANDI YANG BASAH"
ben ora mrucut......
Label:
KURANG GAWEAN
Jumat, 19 Februari 2016
"Kacang Godog Untingan" bagaimana cara anda menikmatinya ?
Maaf jangan salah fokus saat melihat foto diatas, saya sedang tidak ingin membahas juice jambunya walaupun juice jambunya berwarna merah muda, lebih cantik dan lebih menggoda. namun percayalah cantik bukanlah hal utama yang utama adalah keimanannya.... haha...., saat ini saya sedang ingin membahas kacang rebusnya (kacang untingan).
Jenis makanan ini tentu sudah tidak asing lagi dilidah kita, rasanya yang gurihnya level dewa ini membuat semua orang menyukainya dan saking gurihnya kalau sudah terlanjur makan akan sulit berhenti (Sampai titik darah biji kacang penghabisan).
Dan walaupun bagi sebagian orang menimbulkan alergi kulit (jerawat) atau meningkatkan asam urat namun tetap saja godaannya merobohkan pertahanan mereka untuk tidak makan kacang.
Boleh dibilang kacang rebus adalah salah satu makanan camilan favorit di zamannya, bahkan lintas generasi.
Sebenarnya dalam pengolahan kacang tanah yang mempunyai nama latin Arachis hypogaea L ini bisa disajikan dalam berbagai olahan seperti kacang bawang, kacang telur, kacang atom dan sebagainya namun direbus adalah cara yang cukup mudah, setidakbisa-bisanya kaum adam memasak, dengan sedikit instruksi akan bisa juga merebus kacang tanah.
Masukkan air pada panci, masukkan kacang tanah yang telah dicuci, taruh diatas kompor nyalakan kompor, tunggu sampai matang, tambah sedikit garam akan menambah kegurihannya....mudah kan...?.
Dalam penyajiannya kacang rebus bisa disajikan dalam bentuk bijian (pithilan) ditaruh dalam piring ataupun diikat atau untingan seperti pada gambar diatas(biasanya untuk dijual). Bentuknya masih sama seperti dulu paling hanya talinya saja supaya
terlihat kekinian yang dulunya terbuat dari iratan bambu kini diganti
tali tafiah (mungkin karena lebih praktis atau memang sudah tidak ada
lagi orang yang bisa ngirat bambu untuk tali).
Sekarang saya fokus pada yang untingan, bagi saya menikmati kacang rebus untingan itu unik dan ada makna filosofisnya, kita bisa menilai seseorang dari bagaimana caranya dia menikmati kacang untingan. ada 2 kriteria, seperti apa kriteria tersebut...? lets cekidot....
1. Orang yang memakan kacang untingan dengan cara di ambil (dipithil) dari untingan dikupas lalu dimakan . kacangnya dan kulitnya dibuang begitu saja.
Orang yang semacam ini didalam menangani suatu permasalahan selalu akurat (thas-thes), tuntas dan tidak menimbulkan masalah baru dikemudian hari.
Namun dengan membuang begitu saja kulit kacangnya berarti mereka kurang menghiraukan orang disekitarnya tidak perduli bahwa sampah tersebut mengganggu.
2. Orang memakan kacang untingan denngan cara dibuka kulitnya tanpa terlebih dahulu di ambil (dipithil) . dari untingan , sehingga kulit masih menempel (kanthil) di untingannya.
Orang seperti ini selalu berhati-hati dalam menyelesaikan masalah selalu memperhatikan keadaan sekitar, hal ini tergambar dari caranya membiarkan kulit tetap dalam untingan sehingga tidak mengotori lingkungan sekita. namun orang seperti ini sering melakukan kesalahan sendiri sehingga dalammenyelesaikan masalah menjadi bertele-tele
Dengan membiarkan kulit tetap menempel pada untingan maka akan tercampur antara kacang yang masih ada isinya dengan kacang yang tinggal kulitnya, sehingga sering kali salah pencet kulit kacang sehingga makannya jadi lama hehe....
Anda termasuk yang mana pemirsa...?
Pesen saya satu hal pemirsa " Jangan pernah sekali-kali makan kacang tanah dan minum air putih saat perut anda kosong..!!!"
Menggko ndak "Mubal ning weteng" hahaha.....
Label:
KURANG GAWEAN
Jumat, 27 November 2015
Maaf Guru
Label:
KURANG GAWEAN
Jumat, 20 November 2015
PERTARUNGAN HARGA DIRI
Isih eling caturan iki pemirsa…?
Bali soko kerjo langsung disambut laporan soko bojoku
Bojoku : Mas pitike mati
Aku : Gantinen batrene adek
Bojoku : Emange radio….. ?@#$>>%^&$@!
hehehe …..
Wingi esuk kedadean maneh pemirsa caturan (dialog) antarane aku karo bojoku babagan pitik. Esuk-esuk bubar sholat subuh koyo adat saben bojoku banjur menyang pawon ngayahi pakaryan saben dino masak lan liyo-liyane, ono sela-selane ngayahi pegawean bojoku mbukak lawang kandang pitik. Pitik banjur podo metu soko kandang…. Bojoku neruske pegawean.
Kiro-kiro 5 menit keprungu suoro anak pitik podho pating kriyek…. Bojoku banjur metu niliki karo ngomong mas babone kokora ono….kwi anake podo pating kriyek….
Aku banjur niliki….tenan pemirsa….anak pitik wis dho semebar dewe-dewe pating kriyek, ono sing dolanan plorotan, ono sing dandulan oyot asem, malah ono sing jigang ngedep kopi karo udud….pokok memprihatinkan keadaane pemirsa….hehe…
Kwi anak pitik kang ora ketunggon babone, mbok menowo yo ora bedo adoh karo bocah kang ora ketunggon wong tuwone.
Aku banjur nggoleki pitik babon kang ilang mau, panyongkoku mesti si babon lagi ono kepentingan kang ora iso ditinggal, sebab tego ninggal anak nganti ora kopen.
Okeh poro wong tuwo lungo merantau tego ninggal anak, ora liyo yo kanggo panguripan kang luwih apik iku yo kanggo masa depane anak. Mulo poro anak bektio marang wong tuwo, senadyan ora iso saben dino ono sandingmu nanging percoyo o yen kasih saying wong tuwo marang anak iku ora ono bandingane.
Bali menyang pitik hehehe…. Sakwuse tak goleki mrono-mrene akhire ketemu….bener panyangkaku pemirsa babon mau lagi ono kepentingan kang banget pentinge yo iku mempertahankan hargadiri alias “TARUNG” karo babone tonggoku… hehehe…nanging iki murni tarung harga diri lho mba”….dudu masalah cowok… haha...
Mangerteni koyo mangkono tanpo babibu aku banjur nyedak langsung babone tonggoku tak cekel tak uncalke,wektu kuwi aku khilaf pemirsa, akal sehatku ilang….dorongan roso nepotismeku kuat…. kang ndadekake aku dadi ora adil pokoke babonku ora salah, babone tonggoku sing salah….
Sakwuse kuwi babonku banjur tak giring mulih ketemu karo anak-anake,dan “Keluarga itu pun kembali bahagia”
Bojoku : Wis ketemu babone mas ?
Aku : Wis adek, tarung karo babone tonggo
Bojoku : Kok ora krungu klabruk-klabruk….?
Aku : lha babon owg..... dadine tarunge mung jambak-jambakan
Bojoku : ?@#$>>%^&$@!
Label:
KURANG GAWEAN
Sabtu, 11 Juli 2015
Tekuk -tekukan
Pemirsa....betheken aku lagi gawe opo....
Bahane, Siapno kertas buku sak lembar.
Coro gawene, tekuk simetris pinggir kiwo lan tengen, sabanjure tekukan mau di tekuk maneh ning ngisor bertikal karo tekukan pertama.
Sabanjure tekuk maneh koyo langkah pertama ning di gawe sudut kiro kiro 80 nganti 85 drajat sainggo bagian ngisor kang lancip turah, turahan mau banjur di tekuk kanggo ngancing tekukan nomer 2.
Sabanjure tekukan kang wus dikancing mau ditekuk maneh horisontal dadi loro, sabanjure saben2 tekukan mau ditekuk mane mlebu.....dadi dech..... haha... :D, mesti bingung wong lehku nerangke ora jelas.
Yen isih bingung iki clue (petunjuk) sabanjure :
Carane migunakake dolanan mau kanti coro d cekel pengancing mau trus diuncalke maju ben mabur, ojo lali sadurunge diburke di sebul disik bagian ngarep sing lancip nganggo abab nogo sampean haha....sansoyo dahsyat abab nogo sampeyan sansoyo apik mabure (ya'e) hehehe...
Piye mas ...mba'.... isih rung paham?
Satemene aku lagi gawe manuk manukan soko kertas, dolanane bocoh cilik turun temurun
Mung sing dadi pitakonku jan jane tujuan nyebul bagian kang lancip sakdurunge diburke ki opo yo?
Bahane, Siapno kertas buku sak lembar.
Coro gawene, tekuk simetris pinggir kiwo lan tengen, sabanjure tekukan mau di tekuk maneh ning ngisor bertikal karo tekukan pertama.
Sabanjure tekuk maneh koyo langkah pertama ning di gawe sudut kiro kiro 80 nganti 85 drajat sainggo bagian ngisor kang lancip turah, turahan mau banjur di tekuk kanggo ngancing tekukan nomer 2.
Sabanjure tekukan kang wus dikancing mau ditekuk maneh horisontal dadi loro, sabanjure saben2 tekukan mau ditekuk mane mlebu.....dadi dech..... haha... :D, mesti bingung wong lehku nerangke ora jelas.
Yen isih bingung iki clue (petunjuk) sabanjure :
Carane migunakake dolanan mau kanti coro d cekel pengancing mau trus diuncalke maju ben mabur, ojo lali sadurunge diburke di sebul disik bagian ngarep sing lancip nganggo abab nogo sampean haha....sansoyo dahsyat abab nogo sampeyan sansoyo apik mabure (ya'e) hehehe...
Piye mas ...mba'.... isih rung paham?
Satemene aku lagi gawe manuk manukan soko kertas, dolanane bocoh cilik turun temurun
Mung sing dadi pitakonku jan jane tujuan nyebul bagian kang lancip sakdurunge diburke ki opo yo?
Ayo dho jethungan meneh
Ayo dho sodor meneh
Ayo dho benteng bentengan meneh
Ayo dho setinan meneh
Ayo dho sudahmanda meneh
Label:
KURANG GAWEAN
Sabtu, 20 Juni 2015
Copas Soko Group Whatsup
Label:
KURANG GAWEAN
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpeg)















