Kamis, 02 April 2020

TUGAS 1 KELAS X


BACA ARTIKEL BERIKUT KEMUDIAN TULIS SEDIKIT RANGKUMAN PADA KOLOM KOMENTAR SEBAGAI ABSEN KALIAN TRLAH MENGIKUTI PELAJARAN INI!

Rangkaian bias transistor - Arus Basis

Gambar 1







Gambar diatas adalah contoh dari bias basis. Sebuah sumber tegangan VBB membias forward dioda emitter melalui resistor yang membatasi arus RB. Hukum tegangan kirchoff menyatakan tegangan pada RB adalah VBB – VBE. Hukum ohm memberikan arus basis..........
Persamaan 1
Dimana VBE = 0,7 V untuk transistor silicon (0,3 V untuk germanium).

Garis Beban dc


Dalam Rangkaian kolektor, sumber tegangan VCC membias reverse dioda kolektor melalui RC. Dengan hukum tegangan kirchoff,


VCE = VCC – IC.RC …………………persamaan 2


Dalam rangkaian yang diberikan, VCC dan RC adalah konstan, VCE dan IC adalah variable.
Kita dapat menyusun kembali persamaan 2 untuk mendapatkan :

Persamaan 3







Seperti dibuktikan dalam matematika dasar, grafik dari persamaan linear selalu berupa garis lurus dengan kemiringan m dan perpotongan vertical b.
Gambar 2

Gambar 2 menunjukkan grafik dari persamaan 3 memotong kurva – kurva dari kolektor. Perpotongan vertical adalah pada VCC/RC. Perpotongan horizontal adalah pada VCC, dan kemiringannya adalah -1/RC. Garis ini disebut garis beban dc karena garis ini menyatakan semua titik operasi yang mungkin. Perpotongan dari garis beban dc dengan arus basis adalah titik operasi daripada transistor.
 



Contoh soal 1

Gambar 3
Transistor 2N3904 dalam gambar 3 adalah transistor silicon dengan Βdc sebesar 100. Berapakah harga yang akan dibaca oleh voltmeter dc pada terminal kolektor – emitter ?

 



Jawaban :
Mula – mula dapatkan arus basis. Arus tersebut sama dengan jatuh tegangan pada resistor. Basis dibagi dengan resistansi :











Arus kolektor adalah
IC = βdc x IB = 100 x 9,3 µA = 0,93 mA


Tegangan kolektor – emitter sama dengan tegangan catu kolektor dikurangi dengan jatuh tegangan pada resistor kolektor :
VCE = VCC – (IC x RC) = 20 – (0,93(0,001)5(1000)) = 15,4 V


Gambar 3 menunjukkan rangkaian yang sama dalam system pertanahan negative (negative – ground system). Untuk menyederhanakan hanya kita perlihatkan tegangan catu +10 V dan +20 V. Jika anda melihat skema yang disederhanakan seperti gambar 4, ingat bahwa kali ini berarti terminal – terminal negative dari pencatu daya ditanahkan untuk mendapatkan lintasan yang lengkap untuk arus.

Gambar 4













Contoh soal 2
Transistor 2N4401 dalam gambar 5 adalah transistor silicon dengan βdc sebesar 80. Gambarkan garis beban dc. Dimanakah titik Q jika RB = 390 kΩ

Gambar 5













Jawaban




VCE (cutoff) = VCC = 30 V
Gambar 6 menunjukkan garis beban dc. Dapatkan titik Q sebagai berikut.

Gambar 6



Arus kolektor adalah
IC = βdc x IB = 80 x 75,1 µA = 6 mA
VCE = VCC – IC x RC = 30 – 6(0,001)1,5(1000) = 21 V


Gambar 6 menunjukkan titik Q. Koordinatnya adalah IC = 6 mA dan VCE = 21 V. Ingat bahwa titik Q terletak pada garis beban dc karena garis beban menyatakan semua titik operasi yang mungkin. Jika kita ingin mengubah harga dari RB titik Q akan bergeser ke titik lain pada garis beban.


Contoh soal 3

Transistor dalam gambar 7 mempunyai βdc sebesar 80 dan VCE(sat) = 0,1 V. RB diatur untuk mencapai penjenuhan transistor. Berapakah harga dari IC(sat)? harga RB yang bersangkutan?

Gambar 7
Jawaban
Jika kita mengurangi RB, arus basis bertambah, arus kolektor bertambah, dan tegangan jatuh pada RC bertambah; ini mengurangi tegangan kolektor – emitter. Akhirnya, VCE berkurang menjadi 0,1 V. pada titik ini, dioda kolektor tepat kehilangan reverse bias, mencegah penambahan lebih lanjut dari arus kolektor. Transistor dijenuhkan dan arus kolektor adalah





Ini adalah arus kolektor maksimum yang dapat anda peroleh dalam gambar 7.
Arus basis adalah




Dan resistansi basis adalah



Jika anda lanjutkan pengurangan RB, arus basis bertambah, tetapi arus kolektor akan tetap 114 mA. Sepintas lalu terlihat bahwa harga dari arus penjenuhan kolektor adalah





Dalam transistor daya rendah, VCE (sat) hanya beberapa persepuluh volt, cukup kecil untuk diabaikan. Sebagai pendekatan banyak orang membayangkan terminal kolektor – emitter terhubung singkat, ekivalen dengan VCE = 0. Jika transistor dalam gambar 7 jenuh, karena itu, kolektornya secara idealnya terhubung singkat ke tanah.
Arus kolektor melalui resistor 220 Ω mengalir ke bawah menghilang ke kolektor, serupa dengan air menghilang ke bawah melalui saluran buang. Inilah sebabnya transistor dengan emitter ditanahkan disebut pelepas arus (current sink); arus kolektor mengalir ke bawah melalui pelepas arus ke dalam tanah.
 

Contoh soal 4
Gambar garis beban dc dalam gambar 8 untuk RC = 20 kΩ

Gambar 8











Jawaban
Jika transistor beroperasi dalam daerah jenuh, kolektornya secara ideal ditanahkan. Dalam hal ini, semua tegangan muncul pada resistor kolektor dan




Karena itu, pada keadaan jenuh, transistor melepaskan 1 mA ke tanah.
Jika transistor bekerja dalam daerah titik sumbat (cutoff) terminal kolektor – emitter nya tampak terbuka, karena itu, semua tegangan catu muncul pada terminal terbuka ini, dan
VCE(cutoff) = 20 V

Gambar 9











Gambar 9 menunjukkan garis beban dc (yang ke bawah).
 

Contoh soal 5
Reaktansi kapasitif berbanding terbalik terhadap frekuensi. Karena ini, kapasitor mempunyai reaktansi tak berhingga terhadap frekuensi nol, ekivalen dengan keadaan terbuka untuk dc. Berapakah tegangan kolektor – emitter dalam gambar 10? Gunakan beta dc sebesar 100 untuk transistor 2N3904 dan sebesar 80 untuk transistor 2N4401)

Gambar 10







Jawaban
Mula – mula bayangkan semua kapasitor terbuka terhadap dc. Maka arus dc dalam transistor yang satu tidak berpengaruh terhadap yang lainnya. Arus basis dalam transistor 2N3904 adalah :




Dan arus kolektor adalah
IC = βdc IB = 100 x 9,65 µA = 0,965 mA


Tegangan kolektor – emitter dari transistor pertama adalah
VCE = VCC – ICRC = 20 – 0,965(10-3)15(103) = 5,53 V


Arus basis dari transistor 2N4401 adalah




Dan arus kolektor adalah
IC = βdc IB = 80 x 0,193 mA = 15,5 mA


Tegangan kolektor – emitter dari transistor kedua adalah
VCE = VCC – ICRC = 20 – 15,5(10-3)680 = 9,46 V

Minggu, 26 Januari 2020

Djaman Doeloe




Kurang lebih 1 bulan mencari info dari sesiapa saja dari kawan saya yang masih mempunyai radio receiver semacam ini dan ternyata tak satupun yang punya. Berkali kali jalan ke pasar klitikan juga tidak ada yang sreg dihati. Akhirnya saya putuskan untuk mencarinya lewat OL shop.

Mulailah saya ketik di mesin pencari dengan beberapa key word seperti  Radio jadul, radio antik, radio vintage dan lain-lain. Maka muncullah banyak sekali gambar-gambar radio exotis yang menggoda hati saya dengan keseksian yang dimiliki masing-masing.
Setelah beberapa kali memilih gambar untuk melihat detail radio yang saya inginkan akhirnya hati ini saya tambatkan pada Radio Telesonic NT-708. Radio ini sangat menarik bagi saya terutama harga yang ditawarkan oleh penjualnya (Dari daerah Wonogiri) dengan sekali tawar langsung dikasih dan sudah free ongkir 😁.

Beberapa hal yang saya suka dari radio ini adalah umurnya yang lebih tua dari saya (maaf tidak sedang bicara soal asmara 😆😆😆 ),casing yang terbuat dari plastik, ada beberapa varian warnanya dan  yang lebih penting lagi mesinnya yang masih menggunakan varco besi sehingga lebih awet.

Sampailah dibagian yang mendebarkan selama perjalanan mendapatkan radio tersebut yaitu saling tukar alamat dan nomor HP, dalam sesi ini dia (penjual) egois, dia menanyakan nama, alamat bahkan nomor  telephone  saya, sedangkan dia sedikitpun tak memberikan informasi tentang personal identitasnya (sungguh tidak adil) dan parahnya lagi dia malah memberikan foto screen shoot nama dan nomor rekening kepada saya dengan  diembel embeli rayuan garingnya....”Transfernya ke No.Rek ini ya mas...” 🙈🙈🙈 

Tiga hari setelah proses lamaran transaksi dengan rasa was-was menunggu akhirnya Radionya datang juga , langsung saja saya buka bungkus paketan bertuliskan “JANGAN DIBANTING, RADIO” . Bungkus paketan itu tampak kusut dan kurang menarik yang itupun sudah dimintakan maaf oleh penjualnya (maaf packingnya tidak rapi mas) dan sayapun atas nama cinta saya juga  sudah memaafkannya (iya tidak apa-apa yang penting isinya kok)

Untuk pertama kalinya setelah kurang lebih 25 tahun saya bisa melihat radio seperti itu lagi, sambil saya coba nyalakan ingatanku langsung terbang menuju masa lalu, sandiwara radio, wayang kulit, varia nusantara,butir-butir pasir dilaut, musik tabla, lomba bintang radio dan televisi, siraman rohani Islam oleh KH. Zainudin MZ  dan lagu-lagu kesukaan yang duputar dalam acara semacam“tangga lagu minggu ini“ dan lain-lain. 

Oh iya dulu juga ada acara “Syair dan Lagu” dimana penyiar membacakan syair sebuah lagu secara pelan-pelan perkata dan diulang-ulang, dan pendengar dirumah mencatatnya 😆😆😆

10 menit berlalu anganku melambung kemasa lalu ketika tiba-tiba lamunanku dikejutkan oleh asap yang keluar dari radio bersamaan semakin pelannya suara radio, saking asyiknya melamun saya lupa kalo baterai yang saya gunakan untuk menyalakan radio itu 8,2 volt sedangkan kebutuhan tegangan radio hanya 6 volt...ciloko...luluh lantak perasaan saya pada saat itu, ibarat gadis yang sedang kasmaran yang sedang maskeran dan pecah maskernya gegara tertawa melihat ingus adiknya dihidung, hadeeeh....

Namun pada Akhirnya setelah saya reparasi, radio tersebut berfunsi seperti semula, beruntung masih bisa mendapatkan part yang asli di sebuah toko elektronik di Semarang.

Kamis, 12 September 2019

TAKUT BAYANG-BAYANG

 
(Video: Dari teman saya digrup, dari  grup temanya teman saya, dari grup temannya temannya teman saya sampai pada google.

Bayangan terbentuk ketika cahaya mengenai suatu benda hanya sebagian sisi saja, sedangkan sisi lain tertutup oleh benda itu sendiri sehingga pada sisi yang tertutup itulah terbentuk bayang-bayang. Mungkin kita akan tertawa saat melihat atau mendengar cerita seseorang yang takut pada bayang-bayang sendiri, namun pada kenyataannya memang ada, baik takut pada bayang-bayang sendiri dalam arti yang sebenarnya maupun takut pada bayang-bayang sendiri dalam arti ketakutan bayang-bayang akan kegagalan, kehilangan, bayang-bayang masa lalu (trauma) bahkan bayang-bayang tentang hal yang belum terjadi namun sudah mendominasi pikiran seseorang (kekhawatiran).

Sebagian orang mengatasi ketakutan akan bayang-bayang dengan cara menambah cahaya untuk menerangi sisi gelapnya sehingga bayang-bayang tersebut dengan sendirinya menghilang. Menambah pengetahuan, menambah pengalaman, memperluas pergaulan sehingga sisi gelap dalam diri menjadi terang. 

Namun sebagian orang mengatasi ketakutan akan bayang-bayang sendiri justru lari menuju kegelapan dengan harapan dapat menghindari terjadinya bayangan, tanpa disadari bahwa sebenarnya didalam kegelapan itu banyak ancaman-ancaman berbahaya yang tidak dapat diantisipasi dan diatasi karena  disekitarnya gelap.

Bahkan ada juga yang menghilangkan bayangan dengan cara menutupi sumber cahayanya. Menutup diri, membiarkan diri tidak tau akan sesuatu yang pada akhirnya itu  dijadikan alasan untuk menghindar dari tanggung jawab, lepas tangan atas sesuatu yang terjadi pada dirinya sendiri dengan  berkata "Lha aku ora reti kok"

Kesalahan karena ketidak tahuan mungkin saja termaafkan namun kesalahan dikarenakan malas berusaha untuk mencari tahu itu tak termaafkan.

Ketakutan terhadap bayang-bayang sendiri pernah saya alami bahkan sering, yaitu ketika bayangan saya lebih tinggi dan besar sehingga nampak lebih gagah dari badan saya. Tinggi badan saya hanya 165 cm (tertulis di SIM C) hasil mark up  tentunya. Sedangkan bayangan saya bisa satu setengah kali tinggi badan saya bahkan bisa sampai dua kali lipat (ini kan horror....)

Tapi kini saya sadar tinggi rendahnya bayang-bayangku tergantung bagaimana saya menempatkan diri saya terhadap cahaya. Disaat saya menempatkan diri saya lebih tinggi dari cahaya maka bayang-bayangku menjadi lebih tinggi dan sebaliknya jika saya memposisikan diri saya lebih rendah terhadap sumber cahaya maka bayang-bayang saya menjadi rendah bahkan dibawah telapak kaki saya, dan Ilmu adalah cahaya (Al 'Ilmu Nuurun) maka posisikan ia diatas kita